Meminimalisir Penyebaran Covid-19, Pedagang Pasar Kidul Bangli Bakal Dirapid | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 04 Agustus 2020
Diposting : 5 July 2020 19:24
A.A. Samudra Dinata - Bali Tribune
Bali Tribune / PASAR - Lapak pedagang pasar kidul dipasangi penyekat plastik

balitribune.co.id | BangliBerkaca dari kasus positif Covid-19, tidak bisa dipungkiri mereka yang terpapar Covid-19 ada yang berprofesi  dari pedagang sampai tukang suwun di pasar Kidul. Untuk meminimalisir penyebaran Civid-19, pihak Dinas Kesehatan Bangli merencanakan  akan melakukan rapid test untuk  pedagang di pasar Kidul Bangli. Untuk pelaksanaan rapid test, pengelola pasar masih melakukan pendataan jumlah pedagang. Sementara itu pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli telah memasang penyekat plastik di lapak pedagang.

Kepala Dinas Kesehatan Bangli dr I Nengah Nadi mengatakan menjelang new normal memang ada rencana melaksanakan rapid test bagi pedagang di pasar Kidul. Sementara untuk mendapatkan data akurat terkait jumlah pedagang pihaknya menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Kata dr Nengah Nadi untuk rapid test nantinya akan menyasar pedagang yang aktif. “Untuk pelaksanaan rapid test kemungkinan dilaksanakan setelah petugas kami selesai  melakukan tracking atas kasus positif Covid-19  di Dusun Bangun Lemah, Desa Apuan dan Di Susut Kelod, Kecamatan Susut yang rencananya akan dilaksanakan hari Senin ini,” ujarnya, Minggu (5/7).

Lanjut Kadis Kesehatan asal Karangasem ini untuk pelaksanaan rapid test, pihaknya telah berkordinasi dengan pihak dinas kesehatan provinsi terkait ketersediaan alat rapid  test.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Bangli membenarkan memang ada rencana akan dilakukan rapid test bagi pedagang di pasar Kidul. ”Rencananya rapid test akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 9 Juli nanti,” ungkapnya.

Sementara disinggung apakah rapid akan menyasar seluruh pedagang, pihaknya belum tahu apakah nanti seluruh pedagang yang aktif dirapid atau lewat sample saja,” jelas Kadis asal Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku ini. Namun demikian pihaknya telah memerintahkan pengelola pasar untuk melakukan pendataan dengan cara mengumpulkan foto copy pedagang.

Disisi lain para pedagang pasar Kidul mengaku telah dimintai foto copy KTP. Pengumpulan KTP yang difasilitasi petugas pengelola pasar terkait rencana  rapid test bagi pedagang. ”Pedagang diminta untuk menyetor foto copy KTP, katanya untuk pelaksanaan rapid test, kami selaku pedagang siap mematuhi anjuran dari pemerintah, untuk kapan pelaksanaan rapid test kami belum tahu yang jelas pedagang sudah menyetor KTP,” ujar seorang pedagang Ibu Agung.

Kata pedagang kelontong ini sejak beberapa bulan terakhir kondisi pasar sangat sepi. Bahkan pasar tambah sepi lagi jika ada berita atau informasi terkait temuan kasus positif Covid-19 di pasar Kidul.

Sementara petugas pengelola pasar Mangku Duwungan mengatakan untuk pendataan pedagang atas petunjuk dari dinas, pihak pengelola telah mengumpulkan KTP para pedagang. Memang beredar informasi pengumpulan KTP terkait akan dilaksanakan rapid test bagi pedagang. ”Untuk lebih jelasnya terkait kapan pelaksanaan rapid test tolong hubungi dinas kesehatan,” sebutnya.

Sementara untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 khusus di areal pasar dinas perdagangan melakukan berbagai langkah antisipasi. Untuk menghindari kontak langsung antara pedagang dan pembeli, kata Mangku Duwungan  lapak pedagang kini dipasang penyekat dari plastik. “Pemasangan penyekat melibatkan petugas pengelola pasar dan petugas dari dinas perdagangan, untuk penyekat yang terpasang baru menyasar beberapa pedagang dilantai bawah, rencanaya seluruh lapak pedagang akan ada penyekatnya,” sebut Mangku Duwungan. Selain itu ditiap pintu masuk pasar telah disediakan tempat cuci tangan.