Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Mengulik Nuansa Mistis Topeng Bali lewat Komang Mega

Bali Tribune / Seniman Topeng asal Mas Ubud, Gianyar, Komang Mega

balitribune.co.id | DenpasarTopeng Bali merupakan salah satu kerajinan yang dapat ditemukan di Pulau Dewata. Tak sekadar sarana perlengkapan pertunjukkan hiburan, topeng Bali juga dikeramatkan dan kaya akan nilai mistis.

Eksitensi topeng di Bali memiliki peranan penting dalam setiap aktivitas, mulai dari hiburan, kesenian hingga upacara keagamaan dan adat.

Oleh karena itu, pembuatan topeng hingga rampung membutuhkan waktu yang panjang dan proses yang rumit. Selain itu, pemilihan bahan baku, alat yang dimanfaatkan, serta hari baik ditentukan dengan sangat hati-hati oleh para seniman topeng.

Wartawan Bali Tribune berkesempatan untuk mewawancarai salah satu seniman topeng yang masih eksis hingga saat ini, I Komang Mega (27). Pria yang merupakan penerus dari I Wayan Muka Mask Product ini, menjelaskan bahwa fenomena mistis memang kerap terjadi kepadanya.

Mega memaparkan, bahwa topeng Bali tak hanya dimanfaatkan sebagai sarana pertunjukkan, namun juga disakralkan dalam pementasannya untuk upacara adat dan keagamaan.

Topeng yang dibuat Mega terbagi atas dua jenis, yakni topeng komersil yang diperjual belikan secara bebas dan topeng Sesuhunan atau topeng yang dikeramatkan oleh masyarakat Bali. Dalam topeng Sesuhunan ini, pemakainya biasanya adalah orang-orang terplilih yang telah nyungsung Ida Betara. Dalam topeng Sesuhunan sendiri dipercaya memiliki energi atau spirit di dalamnya. Sehingga topeng Sesuhunan kerap digunakan sebagai iring-iringan dalam pertujunkkan pada upacara.

“Topeng sesuhunan ini biasanya digunakan oleh orang-orang tertentu pada saat hari upacara, sehingga proses pembuatannya pun tidak sembarangan,” tutur Mega.

Salah satu kejadian yang paling terngiang adalah ketika ia sedang melakukan pencarian kayu pule di suatu tempat, ia sama sekali tidak bisa mengangkatnya meski telah dibantu oleh beberapa orang. Padahal, sebelumnya, tak ada kendala dalam proses pengambilannya. Kayu itu pun menguarkan bau tak sedap yang benar-benar menyengat.

Tak berhenti sampai di sana, hal lain yang dialaminya adalah ketika ia merampungkan topeng Ratu Gede dan menemukan permata di dalamnya.

“Di waktu yang bersamaan ada orang yang meminta permata dalam topengnya untuk diganti. Saya menawarkan topeng tersebut dan orang itu mengatakan bahwa permata tersebut adalah yang dicari-carinya selama ini,” papar Mega.

“Padahal permata itu saya temukan di tempat kerja, banyak sekali hal serupa yang terjadi pada saya. Ya seperti itu jodohnya,” tambah Mega.

Pada topeng Sesuhunan, proses pembuatan topeng membutuhkan waktu yang lama dan tahap yang tak sembarangan, sesuai dengan aturan sehingga tetap bisa menjaga kesucian topeng. Ia menjabarkan, bahwa kerajinan topeng miliknya biasanya rampung dalam kurun waktu 6 hingga 7 bulan. Pembuatan topeng Bali pun sangat bergantung pada Dewasa Ayu, atau luas dikenal sebagai hari baik.

Hari-hari yang ideal untuk melakukan pembuatan serta pengecetan topeng biasanya dilakukan pada hari Purnama dan Kajeng Kliwon.

“Bukan tanpa alasan, ini agar magisnya keluar dan hasil dari mata topeng Dedari bisa terlihat hidup,” tutur Mega.

Bulan Purnama dipilih agar mata topeng Dedari yang dibuat terlihat cerah dan hidup seperti sinar bulan.

Bahan baku yang digunakannya pun berasal dari kayu pule yang biasa hidup di kuburan atau Setra. Kayu pule dianggap angker dan memiliki nilai mistis yang kuat.

Selain hari baik, sebelum memulai proses pembuatan topeng, ia juga harus menghaturkan pejati, hal ini agar kedepannya proses pembuatan topeng bisa berjalan dengan mulus dan ia dianugrahi taksu atau kharisma. Setelah proses usai, ia juga harus menghaturkan canang atau sesajen sebagai wujud syukur dan terimakasih.

Meski kaya akan nilai mistis, penikmat karya seninya tak terbatas pada warga lokal saja. Banyak turis mancanegara hingga pejabat seperti Megawati Soekarno Putri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Prabowo yang ikut mengkoleksi topeng buatannya.

Mega pun kerap mengekspor topeng-topeng buatannya ke berbagai negara seperti Meksiko, Jepang, Amerika Serikat, Norwegia serta Perancis.

wartawan
M2

Tekan Biaya Produksi, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Latih Warga Desa Bedulu Fermentasi Azolla untuk Pakan Nila

balitribune.co.id | Gianyar - Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, menyimpan potensi sumber daya lokal yang besar untuk mendukung kegiatan budidaya ikan nila.

Baca Selengkapnya icon click

Modus Tarik Motor Nunggak, Dua Debt Collector Gadungan Diciduk Polisi

balitribune.co.id | Denpasar - Dua pemuda asal NTT masing - masing berinisial LAN (23) dan FC (22) dibekuk anggota Polda Bali karena merampas sepeda motor orang. Dalam beraksi, kedua pelaku mengaku sebagai debt collector digunakan dua pria untuk merampas sepeda motor milik warga. Bermodal data yang ditunjukkan melalui telepon seluler, kedua pelaku mendatangi korban dan meminta motor dengan dalih menunggak angsuran.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tumbangkan Mantan Petenis PON, Pasangan Rudy/Agung Manik Melaju ke Semifinal IKMS Bali Cup 2026

balitribune.co.id | Denpasar - Turnamen Tenis Perorangan Ganda Putra Ikatan Keluarga Minang Saiyo (IKMS) Bali Cup 2026 kini telah resmi memasuki babak semifinal. Sejumlah kejutan mewarnai babak delapan besar yang digelar di Lapangan Tenis Telkom Denpasar pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Baca Selengkapnya icon click

DPRD Badung Dorong Pembinaan Paskibraka, I Made Rai Wirata Hadiri Pengarahan Jelang HUT RI

balitribune.co.id | Mangupura – Dukungan terhadap pembinaan generasi muda terus mendapat perhatian DPRD Kabupaten Badung. Hal itu ditunjukkan anggota DPRD Badung, I Made Rai Wirata, yang menghadiri kegiatan pengarahan Paskibraka Kabupaten Badung dan Paskibraka Kecamatan se-Kabupaten Badung di Lapangan Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala, Sabtu (8/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Salah Pilih Sejak Awal? Kenali Dulu Sumber Susu Sebelum Memilih Susu Formula Anak

baloitribune.co.id | Jakarta - Saat memilih susu formula anak, orang tua semakin terbiasa memperhatikan klaim pada label kemasan serta kandungan seperti AA dan DHA, protein, vitamin, mineral, hingga gula tambahan. Namun, satu hal yang belum banyak dicermati adalah dari mana sumber susu yang digunakan.

Baca Selengkapnya icon click

HUT ke-15 Jamkrida Bali Luncurkan Logo Baru dan Tegaskan Langkah "Go Nasional"

balitribune.co.id | Denpasar - PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) atau Jamkrida Bali merayakan puncak hari jadinya yang ke-15 tahun sekaligus resmi melakukan rebranding dengan meluncurkan logo baru perusahaan. Peluncuran ini digelar dalam acara bertajuk "ELEVATE 15: Transformasi Menuju Nasional" di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya (Art Center), Denpasar, Senin (10/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.