Menhub Budi Karya Siapkan Subsidi Tarif Angkutan Umum, Siapkan ‘Feeder’ Antar-Terminal | Bali Tribune
Bali Tribune, Jumat 07 Agustus 2020
Diposting : 9 August 2019 15:58
I Made Darna - Bali Tribune
Bali Tribune/ TINJAU - Menhub Budi Karya saat meninjau Terminal Mengwi, Kamis (8/8) sore.
balitribune.co.id | Mangupura - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Semadi, Kamis (8/8) mengunjungi Terminal Tipe A Mengwi, Badung. Dalam kunjungannya tersebut, Menhub mengaku pemerintah pusat siap memberikan subsidi untuk menarik minat masyarakat menggunakan moda transportasi umum.
 
Saat ini masyarakat masih minim menggunakan jasa angkutan umum, sehingga sejumlah terminal yang ada di wilayah Badung dan Denpasar tidak beroperasi secara maksimal. Terkait hal ini, Menhub Budi Karya juga berencana mengintegrasikan Terminal Mengwi, Terminal Dalung, Terminal Ubung, dan Central Parkir Kuta. Caranya dengan menyiapkan kendaraan atau bus pengumpan (feeder). 
 
"Konektivitas (antar terminal) ini penting. Selain itu harus ada kepastian kalau naik bus. Dan pemerintah pusat siap memberi subsidi guna menarik minat masyarakat beralih menggunakan moda transportasi umum," ujarnya.
 
Menhub Budi Karya mengakui saat ini masyarakat masih ogah menggunakan angkutan umum lantaran dirasa masih menyulitkan. Saat naik angkutan umum, masyarakat banyak mengeluh. Salah satunya karena jarak dari Terminal Ubung ke Terminal Mengwi cukup jauh. 
 
"Dari Terminal Ubung jauh mesti naik taksi bayar mahal, kalau ada feeder masyarakat kan merasa ada kepastian,” kata Menhub Budi Karya.
 
Pihaknya berjanji secepatnya akan menyelesaikan persoalan transportasi umum di Bali ini.  Pasalnya, persoalan transporasi ini menjadi perhatian presiden Jokowi "Saya ditugaskan oleh Bapak Presiden untuk memperhatikan Bali, karena Bali adalah tujuan wisata utama,” katanya.
 
Namun dari pantauan Menhub Budi Karya, Terminal Mengwi belakangan sudah mulai ramai. Dibuktikan paling tidak sehari sudah ada 50 sampai 100 bus yang hilir mudik di terminal yang dulu milik Pemkab Badung itu.
 
“Kita ingin kapasitasnya bisa sampai 300 bus. Kita lihat ada Terminal Mengwi, Terminal Ubung, Central Kuta, Terminal Dalung, kalau ada bus setiap 10 menit. Kita subsidi, jadi tarifnya murah, kalau murah terjangkau. Dengan begitu ada kepastian orang kalau mau naik bus, sehingga terbiasa naik bus,”  papar Budi Karya.
 
Berapa subsidinya? Ditanya begitu Menhub mengaku sebagian tarif akan disubsidi. Subsidi ini akan mulai diberikan Oktober 2019 ini.
 
"Kalau subsidinya kira-kira Rp 5 miliar," terangnya sembari menyatakan masyarakat tetap bayar, namun sebagian dibayarkan oleh pemerintah. "Sekarang Rp 3.500, kalau disubsidi bisa Rp 2.000," sebutnya.
 
Ia pun memastikan terobosan ini tidak akan mematikan angkutan umum lainnya. Pasalnya, antara bus dan angkutan umum ini saling berkaitan begitu juga dengan taksi.
 
"Kami pastikan tidak akan ada angkutan yang dimatikan. Justru ini bisa menghidupi semua. Bagi yang kaya bisa naik taksi, tapi bagi yang uangnya sedikit dia naik bus," pungkasnya. (u)