Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

P3E Bali Nusra Apresiasi Penyusunan IKLH Kabupaten Gianyar

EVALUASI - Rapat Evaluasi IKLH Kabupaten Gianyar Tahun 2017

BALI TRIBUNE - Pemerintah Kabupaten Gianyar melalaui Dinas Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali serta Pusat Pengelolaan Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali Nusa Tenggara di Denpasar melakukan Evaluasi Penyusunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten Gianyar Tahun 2017.  Rapat Evaluasi IKLH Kabupaten Gianyar Tahun 2017 dihadiri Kabid Evaluasi dan Tindak Lanjut Pengelolaan SDA dan Lingkungan Hidup, P3E Bali Nusa Tenggara, Awang Erry, dipimpin Kabid Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar I Gede Wayan Astina di dampingi iwayan keneng edy S,Sos, MAP. Kasi inventarisasi RPPLH dan KLHS di Ruang Rapat Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Jumat, (9/11). Awang Erry apresiasi Pemkab Gianyar secara konsisten dan serius melakukan  penyusunan IKLH, penyusunan IKLH merupakan kewajiban dari Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menampilkan/menyusun indeks yang menggambarkan suatu kondisi lingkungan secara keseluruhan. Dari sembilan Kabupaten/Kota di Provinsi Bali, baru dua kabupaten yang sudah menyususn IKLH, yakni Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Buleleng. Terdapat tiga indikator yang harus dicapai terkait penyusunan IKLH. Yakni, indeks kualitas air, indeks kualitas udara serta indeks tutupan lahan, di mana masing-masing indeks mempunyai bobot secara keseluruhan untuk nilai IKLH. Sehingga, jika masyarakat ingin tahu tentang kondisi lingkungan hidup di Kabupaten Gianyar tinggal melihat nilai indeks yang disusun oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar. Kabid Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar I Gede Wayan Astina mengatakan, ruang lingkup IKLH Kabupaten Gianyar meliputi analisis indeks kualitas air sungai, kualitas udara ambien, dan kualitas tutupan lahan pada wilayah Kabupaten Gianyar. Berdasarkan hasil perhitungan IKLH Kabupaten Gianyar berada pada kategori kurang (62,377). Hal ini disebabkan oleh nilai Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL) masih berada di bawah nilai indeks yang ditargetkan, yakni baru sebesar 39,291 dari 60 yang ditargetkan. Namun, nilai Indeks Kualitas Air (IKA) sebesar 68,630 serta nilai Indeks Kualitas Udara (IKU) sebesar 98,868 sudah melampui target yang ditetapkan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar I Wayan Kujus Pawitra mengungkapkan, selama ini data kualitas lingkungan hidup hanya diperoleh melalui proses laboratorium ataupun sarana berbasis teknologi lainnya, misalnya citra satelit. Hal ini sangat menyulitkan bagi masyarakat awam untuk memahami angka pengukuran karena dibutuhkan latar belakang berbasis keilmuan teknis. Selain itu, indicator lingkungan hidup diukur secara parsial, yaitu berdasarkan media seperti air, udara dan lahan sehingga sulit mendapatkan gambaran yang dapat mewakili kondisi lingkungan hidup secara utuh dan menyeluruh. Terkait dengan Indeks Kualitas Tutupan lahan yang belum mencapai target, Pemkab Gianyar juga telah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan membangun Kebun Raya Gianyar di Pilan yang awalnya merupakan hutan rakyat. Namun, karena Gianyar sendiri mempunyai sedikit hutan yang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sehingga upaya, pemenuhan target dilakukan Pemkab Gianyar dengan memperluas proporsi Ruang Terbuka Hijau pada wilayah perkotaan melalui penataan dan pembangunan taman.  

wartawan
redaksi
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.