Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pemkot Kembangkan Bakat Puluhan Penyandang Skizofrenia

Skizofrenia
Bakat - Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Denpasar I.A Selly Dharmawijaya Mantra, mengajak Puluhan Penyandang Skizofrenia untuk mengembangkan bakat menyanyi, Rabu (3/1) di Rumah Berdaya Denpasar.

BALI TRIBUNE - Skizofrenia merupakan penyakit jiwa yang dapat dikendalikan dengan pengobatan yang teratur sehingga mampu memberikan kesembuhan. Melihat hal tersebut Pemkot Denpasar menyediakan sebuah wadah sosial di Rumah Berdaya Denpasar bagi Penyandang Skizofrenia Denpasar. Dibangunnya Rumah Berdaya ini guna memutuskan  stigma negatif masyarakat terhadap Penyandang Skizofrenia dengan memberikan berbagai pelatihan meningkatkan kreatifitas dan bakat para Penyandang Skizofrenia.

Disamping itu juga memberikan pendekatan lewat terapi aktifitas kelompok yang melibatkan mahasiswa sekolah kesehatan di Denpasar hingga diluar Kota Denpasar. “Keberadaan Rumah Berdaya Denpasar menjadi tujuan bersama dalam memutus stigma negatif masyarakat terhadap Penyandang Skizofrenia dengan merangkul berbagai kreativitas mereka,’’ ujar Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Denpasar I.A Selly Dharmawijaya Mantra, Rabu (3/1).

Lebih lanjut dikatakan dari jumlah Penyandang Skizofrenia yang berada di Rumah Berdaya telah mampu diberdayakan bersama lewat pendampingan dari dr. I Gusti Rai Putra Wiguna bersama Dinas Kesehatan Denpasar. Hal ini juga tak terlepas dari keterlibatan insan kreatif yang ada, sehingga beberapa Penyandang Skizofrenia telah dapat bersosialisasi dengan keluarga dan lingkungannya, serta telah mampu menunjukan prestasi dalam bidang menulis.

Pendekatan lewat terapi aktifitas kelompok melibatkan mahasiswa sekolah kesehartan juga sangat berperan dalam memberikan dukungan untuk selalu percaya diri dan mampu bersosialisasi. “Kreativitas Penyandang Skizofrenia juga kita rangkul dan ikut mempromosikanm seperti produk dupa, daur ulang sabun hotel, tas daur ulang, hingga kaos,’’ ujarnya.

Koordinator Rumah Berdaya Denpasar dr. I Gusti Rai Putra Wiguna mengatakan Rumah Berdaya telah menjadi salah satu tempat edukasi dan pendampingan bagi Penyandang Skizofrenia di Kota Denpasar. Beberapa sekolah kesehatan di Kota Denpasar hingga luar Denpasar terus berdatangan untuk dapat melakukan terapi aktifitas kelompok bagi Skizofrenia. Disamping itu juga Rumah Berdaya bekerjasama dengan mahasiswa sekolah kesehatan untuk memberikan layanan kesehatan bersama pihak puskesmas kerumah-rumah Penyandang Skizofrenia.

"Saat ini dari 35 orang Skizofrenia di Rumah Berdaya Denpasar telah mampu berkreativitas dan bersosialisasi dengan lingkungan. Seperti Penyandang Skizofrenia telah mampu membantu keluarga di rumah, berwirausaha hingga menjadi penulis," ujarnya.

Terapi aktifitas kelompok ini menurut dr. Rai mengajak Penyandang Skizofrenia mengembangkan bakatnya seperti menggambar, bernyanyi, berkebun, hingga membuat berbagai kerajinan seperti dupa, daur ulang sabun hotel, dan tas. Dukungan Pemkot Denpasar juga telah memberikan tempat pada ajang Denpasar Festival untuk menunjukan berbagai kreativitas yang dimiliki Penyandang Skizofrenia Rumah Berdaya.

wartawan
I Wayan Sudarsana
Category

Data Internal Buktikan Nol Tunggakan, Perumda Sanjayaning Singasana Luruskan Informasi Liar di Media Online

balitribune.co.id | Tabanan – Beredarnya informasi di salah satu media online yang mengaitkan Perumda  Sanjayaning Singasana dengan dugaan keterlibatan dalam pengelolaan SPPG/MBG di Kabupaten Tabanan, termasuk narasi mengenai tunggakan pembayaran bahan pokok hingga tekanan keuangan perusahaan, mendorong manajemen Perumda  angkat bicara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mudik Sisakan Tumpukan Sampah di Kargo Gilimanuk

balitribune.co.id I Negara - Arus mudik yang baru saja usai, menyisakan persoalan pelik di pintu gerbang Pulau Bali. Puluhan kilometer antrean kendaraan tak hanya meninggalkan jejak lelah, tetapi juga “warisan” berupa tumpukan sampah yang terkumpul kawasan Terminal Kargo hingga jalan-jalan lingkungan di Kelurahan Gilimanuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terseret Truk Sejauh 7 Meter, Nenek Meninggal di Tempat

balitribune.co.id I Tabanan - Seorang nenek berusia 77 tahun, Ni Nengah Wasti, di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan meninggal dunia di tempat setelah tertabrak dan terseret truk sejauh tujuh meter pada Senin (23/3/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah menyeberang jalan di kawasan permukiman penduduk, tepatnya di lingkungan Banjar Bantiran Kelod, sekitar pukul 05.30 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.