Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Peserta Lomba Permainan Tradisional Antar Sekolah di Karangasem Semakin Semangat

Bali Tribune / LOMBA - Siswa peserta lomba permainan tradisional  foto bersama Bupati Karangasem I Gede Dana.

balitribune.co.id | AmlapuraAntusiasme peserta semakin meningkat ketika banyak yang berebut berswafoto bersama Bupati Dana saat hadir untuk memantau pelaksanaan lomba lomba permainan tradisional antar pelajar yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karangasem. Hal ini menambah kegembiraan para peserta dan penonton.

Lomba yang diadakan untuk memeriahkan HUT Kota Amlapura ke-384 ini dilaksanakan di Lapangan Taman Budaya Candra Buana, Senin (24/6). Kadisdikpora Kabupaten Karangasem I Wayan Sutrisna menyampaikan, peserta lomba terdiri dari 36 sekolah tingkat SD, 15 sekolah tingkat SMP, dan 6 sekolah tingkat SMA, masing-masing mengirimkan regu putra dan putri. Setiap sekolah mengirimkan 27 orang peserta bersama official dalam setiap perlombaan. Jenis lomba yang dipertandingkan meliputi hadang, terompah panjang, egrang, dagongan, dan tarik tambang.

Bupati Gede Dana saat ditemui mengatakan, bahwa Olahraga tradisional adalah bagian dari olahraga rekreasi yang telah diwariskan oleh leluhur di seluruh Nusantara. Permainan rakyat atau olahraga tradisional merupakan aset budaya yang perlu dilestarikan, digali, dan dikembangkan karena selain mengisi waktu luang, juga berpotensi meningkatkan kualitas jasmani para pelakunya," ujarnya.

Ia sangat mengapresiasi terlaksananya kegiatan tersebut. "Berbagai jenis olahraga tradisional yang kita miliki mencerminkan keanekaragaman budaya bangsa, yang memerlukan pengelolaan dan pembinaan serius. Selain menjadi olahraga, ini juga bisa dikembangkan menjadi objek pariwisata yang menambah devisa negara dan mengangkat nama bangsa di dunia," ujar Bupati Dana.

Namun ia menyayangkan bahwa olahraga tradisional saat ini kurang dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan jasmani. "Sekolah-sekolah cenderung mengajarkan olahraga modern, sedangkan olahraga tradisional hanya menjadi teori yang dihapal, bukan dipraktikkan," tambahnya.

Bupati Dana juga menekankan pentingnya perhatian terhadap olahraga tradisional yang kaya dengan nuansa budaya dan nilai-nilai luhur. "Olahraga tradisional perlu mendapat perhatian berimbang dan prioritas utama untuk dilindungi, dibina, dikembangkan, dan diberdayakan, sehingga dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," tegasnya.

Olahraga tradisional yang berkembang dari permainan daerah tertentu menjadi kekayaan bangsa yang unik dan patut dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya.

wartawan
AGS
Category

Usai Curi Brankas Senilai Rp500 Juta, Pelaku Nekat Bakar Rumah Ipar

balitribune.co.id | Tabanan - Misteri kebakaran rumah di Gang Jambu, Banjar Taman Sari Anyar, Desa Banjar Anyar, Kediri, Rabu (16/9/2026) lalu akhirnya terungkap. Kebakaran tersebut sengaja dipicu oleh AR (45), pedagang yang juga merupakan adik ipar korban, demi menutupi aksi pencurian brankas senilai Rp500 juta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Balap Sepeda Bocah Berujung Kasus Hukum, Dua Joki Diamankan Polres Buleleng

balitribune.co.id | Singaraja - Aksi balap sepeda liar yang disertai perjudian di Jalan Kartini, Kelurahan Kaliuntu, Buleleng, dibongkar Polres Buleleng. Sebanyak 32 orang diamankan, 30 di antaranya masih di bawah umur. Polisi menyita uang taruhan Rp3,06 juta, dua sepeda yang telah dimodifikasi, serta tiga ponsel.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.