Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Polda Bali Bekuk Buronan Interpol

SEMBUNYI–AKBP Sugeng Sudarso menjelaskan keberhasilan jajarannya menangkap buronan Interpol di Bali. Mereka memilih Bali sebagai tempat persembunyiannya karena aman dari endusan aparat.

BALI TRIBUNE -  Sebagai daerah pariwisata dunia, Bali sangat potensial dijadikan tempat persembunyian warga asing yang menjadi buron. Ini seiring tertangkapnya tiga WNA oleh anggota Dit Reskrimum Polda Bali. Mereka adalah Aleksandra Nevodnichaya berkebangsaan Rusia, Han Dongheon (Korea) dan Robert Lleyton (Republik Ceko). Wadir Reskrimum Polda Bali, AKBP Sugeng Sudarso, mengatakan ketiga WNA itu masuk daftar red notice Interpol berdasarkan faksimili dari Kepala Divisi Hubungan International Polri Nomor NCB-DivHI/Fax/2442/XII/2018 tanggal 7 Desember 2018 perihal deportasi 3 subjek red notice. Red notice tersebut, yakni nomor A-10625/10-2018 tanggal 6 Oktober 2018 ditujukan kepada buronan asal Rusia, Aleksandra Nevodnichaya. Kemudian, red notice nomor A-10487/11-2018 tanggal 15 November 2017 ditujukan kepada buronan asal Korea, Han Dongheon. Selanjutnya, red notice nomor A-2349/3-2015 tanggal 3 Maret 2015 ditujukan kepada buronan asal Republik Ceko Robert Lleyton. “Jadi, para buronan ini lari ke Bali karena disini sebagai tempat wisata yang dikenal dunia. Mereka lari ke Bali berharap tidak termonitor negaranya,” ungkapnya didampingi pihak Imigrasi, anggota Kepolisian Ceko dan Divisi Hubinter Polri, siang kemarin.  Mantan Kapolres Karangasem ini menjabarkan, tiga buronan asing itu masuk dalam red notice karena terlibat kasus penipuan di negaranya. Seperti Aleksandra, perempuan asal Rusia itu terlibat kasus penipuan uang sebesar 4.373.570 Rubies di Rusia. "Sebelumnya ia diamankan pihak Imigrasi Bandara International Ngurah Rai, 1 Desember 2018 saat akan berangkat menuju Singapura dan kami kemudian menangkapnya,” terangnya. Sementara subjek red notice buronan asal Korea,  Han Dongheon yang terlibat kasus penipuan di negaranya ditangkap Imigrasi saat akan berangkat keluar negeri tanggal 4 Desember 2018. Beda dengan buronan asal Republik Ceko, Robert Lleyton. Dia ditangkap saat bersembunyi di rumahnya di Jalan Tukad Balian, Panjer, Renon Denpasar. Robert terlibat penipuan juga. “Tiga buronan asing ini akan dideportasi ke negaranya, tanggal 13 hingga 14 Desember mendatang,” jelasnya. Sugeng menjelaskan, selama ini jajaran Dit Reskrimum Polda Bali sudah banyak menerima red notice. Untuk tahun 2017, red notice berjumlah 12 subjek, 4 di antaranya sudah diekstradisi dan 4 lainnya deportasi. Sedangkan tahun 2018, terdapat 10 red notice, satu di antaranya diekstradisi dan sisanya sedang masuk dalam proses akan dikembalikan ke negaranya. Warga negara yang paling banyak bermasalah di tahun 2017 adalah Prancis dua orang, Australia satu, Rusia satu, Belgia satu, China dua, Jepang satu, India dua, Filipinan satu dan Malaysia satu orang. Tahun 2018 terdapat 10 subjek red notice yakni Rumania satu orang, China satu, Taiwan satu, Rusia dua, Spanyol satu, Korea satu, Lebanon satu, Ceko satu dan Amerika Serikat satu orang. Tahun 2018 ini, sedikitnya 10 orang masuk daftar red notice. Terdiri dari Rumania, Taiwan, Tiongkok, Amerika, Spanyol, Korea, Lebanon dan Ceko masing-masing satu orang. Ditambah dua orang dari Rusia. "Rata-rata kejahatan mereka penipuan, pelecehan seksual, hacker dan penculikan," ungkapnya. Dari pantauannya, para orang asing yang masuk daftar red notice ini tidak menunjukkan prilaku berlebih di masyarakat. Interaksinya sebagaimana layaknya seorang wisatawan. "Sama seperti wisatawan secara umum. Tidak ada hal-hal mencurigakan," imbuhnya. Sedangkan perwakilan petugas Imigrasi menyampaikan bahwa pihak Imigrasi Ngurah Rai dalam hal ini membantu Polda Bali terkait red notice tersebut. Secara otomatis akan ada alarm apabila yang bersangkutan terdeteksi di Bali. Dan Bali sebagai tempat pelarian buronan Interpol ini dibenarkan oleh Letkol Teddy dari Kepolisian Republik Ceko. "Bukan pertama kali kami ke Bali. Kerja sama kami dengan Bali dan Indonesia beberapa kali. Karena Bali dan Indonesia itu telah menjadi destinasi yang sangat disukai oleh buronan kami," ungkapnya. Teddy berharap dengan adanya kerja sama semacam ini akan berkurang pelarian buronannya ke negara Indonesia. Karena tidak aman bagi mereka menyembunyikan diri ke Bali. Memang banyak warga negaranya melarikan diri ke Bali. Namun, dengan kerja sama ini akan berkurang. Sejak tahun 2004 sudah ada 4 orang berhasil dipulangkan, baik kasus penipuan maupun pembunuhan. "Kami mengetahui persis masih banyak buronan kami di Bali," imbuhnya.

wartawan
redaksi
Category

Bupati Badung Nodya Karya Maligia Punggel di Griya Agung Banjar Aseman

balitribune.co.id I Mangupura - Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam meringankan beban masyarakat kembali ditunjukkan melalui dukungan nyata terhadap pelaksanaan Karya Maligia Punggel yang dirangkaikan dengan nyekah massal di Griya Agung Banjar Aseman, Desa Abiansemal, Rabu (15/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Anggaran Lampu Penerangan Jalan, Badung Rogoh Rp 20 Miliar Per Tahun

balitribune.co.id I Mangupura - Beban biaya rekening listrik yang ditanggung Pemerintah Kabupaten Badung tiap tahunnya ternyata tak main-main. Khusus untuk Lampu Penerangan Jalan (LPJ) saja Pemerintah Gumi Keris harus merogoh kocek antara Rp19 hingga Rp20 miliar per tahunnya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gedong Simpen Tapakan Pura Dalem Buahan Nyaris Dibobol Maling

balitribune.co.id I Tabanan - Pintu Gedong Simpen Tapakan di Pura Dalem Buahan, Banjar Buahan Selatan, Desa Buahan, Tabanan, ditemukan dalam kondisi rusak dicongkel oleh orang tak dikenal pada Rabu (15/4/2026) dini hari. Meski tidak ada barang berharga yang hilang, aksi percobaan pencurian tersebut sempat dipergoki warga sebelum pelakunya melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pansus III DPRD Karangasem Melakukan Sidak ke Sejumlah Usaha Wisata dan Toko Modern Berjejaring di Desa Bunutan

balitribune.co.id I Amlapura - Pansus III DPRD Karangasem melaksanakan kegiatan Sidak (Inspeksi Mendadak) ke Objek Wisata Amed dan Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem, pada Selasa (14/4/2026). Sidak yang dipimpin Ketua Pansus I Wayan Sumatra, bersama seluruh anggota Pansus ini bergerak melakukan pengecekkan dan pendataan objek usaha di wilayah tersebut baik yang sudah menagntongi izin maupun yang belum.

Baca Selengkapnya icon click

Menghilang 11 Hari, Mayat I Wayan Saja Ditemukan Membusuk di Jurang

balitribune.co.id I Gianyar - Keberadaan I Wayan Saja (56) warga Bentuyung, Ubud, Gianyar, akhirnya ditemukan pada hari kesebelas pasca dilaporkan hilang. Namun sayang, saat ditemukan di jurang sungai beji, korban sudah menjadi mayat dalam kondisi membusuk, Selasa (14/4/2026) petang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.