Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Promosi di Luar Negeri Kesempatan UKM Kenalkan Produk

I Wayan Nugra Arthana
I Wayan Nugra Arthana

BALI TRIBUNE - Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Bali berkesempatan untuk memperkenalkan/mempromosikan produknya di luar negeri. Dengan demikian para UKM tersebut akan dapat menambah peluang bisnisnya yang tidak hanya di dalam negeri. Pasalnya tidak sedikit produk-produk lokal Bali ini disukai warga negara lain. Melalui promosi di luar negeri maka pelaku industri di Pulau Dewata akan mampu merambah pasar global. Dalam memenuhi pasar yang lebih luas itu, pelaku UKM dituntut untuk meningkatkan kualitas produknya, sehingga akan menambah nilai jual atau daya saing. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Denpasar, I Wayan Nugra Arthana saat ditemui di Denpasar beberapa waktu lalu mengatakan, produk pertanian seperti buah tropis kini sudah semakin digemari oleh warga negara lain salah satunya Rusia. Selain itu, hasil petani lokal Bali terutama kopi berkesempatan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang di Rusia. Menurutnya, tidak hanya buah tropis seperti salak, produk hasil kerajinan dan kain endek termasuk spa juga disukai di Rusia. Hal itu terlihat ketika sejumlah pelaku UKM dari Bali mempromosikan produknya dalam kegiatan Festival Indonesia di Negeri Beruang Merah tersebut pada tahun lalu. "Festival ini untuk membuka peluang kita menjual produk-produk UKM Bali dan Denpasar khususnya," ujarnya. Menurutnya, dampak dari pameran atau promosi di luar negeri tidak langsung dirasakan oleh para pelaku UKM. "Tidak harus sekarang dampaknya. Paling tidak, kita ke sana (promosi di luar negeri) mencari buyer/pembeli. Nanti buyer itu akan muncul dengan sendirinya apabila produk kita diminati terutama kopi," ungkap Arthana. Dia melanjutkan, pada Festival Indonesia di Moskow, Rusia pada tahun ini pihaknya akan kembali menjual kopi di negara tersebut. Sebab, kopi sangat diminati warga Rusia. "Setiap membawa kopi (ke Rusia) pasti selalu habis," imbuhnya. Dikatakan Arthana produk coklat yang dihasilkan oleh petani di Jembrana juga akan diperkenalkan di negara itu. "Kita akan mencoba mencari buyer di sana. Mudah-mudahan dapat buyer dan dampaknya akan terasa satu tahun ke depan atau masuk ke investasi," katanya.

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.