Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Prosesi Mapeed di Pura Puseh Gianyar Diiringi Penampilan Barongsai

barongsai
Bali Tribune / MAPEED – Penampilan Barong Sai saat prosesi Mapeed serangkaian odalan di Pura Puseh Desa Adat Gianyar

balitribune.co.id | Gianyar - Prosesi mapeed (iring-ringan geroban) serangkaian odalan di Pura Puseh Desa Adat Gianyar, Selasa (10/2/2026) sangat memikat dan unik. Suguhkan akulturasi tradisi warga Tionghoa setempat ikut mengiringi dengan menampilkan Barongsai Cahaya Dewata dari Pura Sri Sedana/Cong Po Kong Bio.

Kelian Banjar Sangging I Dewa Gede Prawiranegara menjelaskan, akulturasi budaya yang ingin ditunjukkan saat Mapeed di Pura Puseh Desa Adat Gianyar, untuk mengingatkan kembali sejarah hubungan erat antara masyarakat Hindu Bali dengan warga Tionghoa. Dimana dalam kegiatan keagamaan Hindu di Bali masih menggunakan pis bolong yang notabene uang dari Cina. 

"Begitu juga dengan perwujudan Barong Landung yang diceritakan sebagai simbol Raja di Bali saat itu menikah dengan seorang putri saudagar dari Cina," jelas Dewa Gede Prawiranegara.

Dari sejarah-sejarah tersebut, dirinya bersama warga Banjar Sangging merangkul warga Tionghoa dari Pura Sri Sedana/Cong Po Kong Bio yang berada di Lingungan Sangging untuk ikut terlibat dalam kegiataan Mapeed  sehubungan piodalan Pura Puseh Desa Adat Gianyar. Prosesi Mapeed dimulai dari rombongan penjemput berjalan dari Pura Puseh berjalan menuju Banjar Sengguang Kawan untuk menjemput rombongan Mapeed pukul 14.00 Wita. 

Barong Sai berada paling depan barisan Mapeed. Keunikan akulturasi budaya ini menjadi tontonan bagi warga di sepanjang jalan. Pasalnya, ini untuk kali pertama barong sai diikutsertakan dalam prosesi Mapeed. Dari Banjar Senggguan Kawan rombongan Peed  menuju Selatan ke arah Alun-alun Gianyar kemudian kembali ke Pura Puseh sekitar pukul 14.45 Wita.

"Kita tidak lupa sejarah dan harus dilestarikan. Merangkul warga Tionghoa dalam prosesi keagamaan merupakan kerukunan antar umat yang sudah terjadi sejak lama," pungkasnya.

Sementara itu Ketua Pemaksan Pura Sri Sedana/Cong Po Kong Bio Gianyar Nyoman Aryawan mengatakan, sebagai warga keturunan Tionghoa merasa terhormat dan sangat senang dapat terlibat dalam prosesi Mapeed piodalan Pura Puseh Gianyar. Tidak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada Kelian Banjar Sangging yang menerima warga Tionghoa sebagai bagian dari warga Hindu Bali. 

"Hubungan kami sesama warga telah lama terjalin, tidak saja dalam prosesi keagamaan tetapi juga suka duka. Namun ini kali pertamanya Barong Sai kami dilibatkan," ujarnya.

wartawan
ATA
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.