Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sebagai Destinasi Wedding, Perias Bali Dituntut Profesional

Bali Tribune/ PENGANTIN - Penata rias pengantin tidak hanya menghasilkan riasan Bali juga dituntut mampu mengikuti perkembangan zaman
Balitribune.co.id | Denpasar - Bali yang memiliki keindahan alam dan keunikan budaya kerap dipilih sebagai destinasi Wedding bagi wisatawan domestik dari sejumlah daerah di Indonesia dan mancanegara. Berbagai jenis rias pengantin biasanya dipilih para pasangan ketika mengikat janji di Pulau Dewata. Guna mendukung permintaan rias pengantin, di Bali harus tersedia perias yang profesional yang bisa memenuhi keinginan para pasangan dari berbagai negara tersebut.  
 
Memilih rias pengantin menjadi masalah utama bagi sebagian orang yang hendak melangsungkan acara pernikahan. Tentu saja hal ini karena pertimbangan bahwa pernikahan merupakan momen sakral sekali seumur hidup, sehingga sebaiknya persoalan tata rias pengantin harus ditangani oleh perias atau makeup artis (MUA) terbaik.
 
Instruktur MUA, Ni Made Indari Dwi Ekasari mengatakan para perias diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang produk maupun teknik - teknik makeup, sehingga dapat memberikan kesan memuaskan bagi wisatawan yang khusus datang ke Bali untuk melangsungkan acara pernikahan atau Wedding Ceremony.
 
Menurut dia, biasanya bagi yang baru belajar tata rias secara otodidak memang menghasilkan riasan yang bagus, namun cenderung belum mengerti tentang teknik-teknik makeup. "Jadi bagi yang sudah belajar, mereka akan lebih mengetahui tentang cara makeup, nama produk, dan teknik-teknik khusus makeup lainnya," jelasnya di Denpasar, Selasa (8/10).
 
Kata Indari, seiring berjalannya waktu maka makeup juga mengalami perkembangan zaman. Jika dulu makeup masih kaku dengan pakem yang ada, namun kini makeup telah berkembang lebih modern yang didukung hadirnya produk-produk makeup yang berkualitas.
 
"Untuk makeup yang diminati dan lebih banyak digunakan untuk Wedding Eropa  kebanyakan adalah makeup flawless yang diminati sekarang, untuk yang Bali biasanya menggunakan full makeup," beber Indari.
 
Dia menyampaikan, banyak pula yang mengakui MUA Bali cukup hebat karena dengan waktu yang singkat bisa melakukan semua tahapan tata rias, mulai dari makeup, hairdo hingga kostum.
 
"kalau kita orang Bali biasanya makeup itu paling sering kejar-kejaran. Jadi kita tidak bisa menjadwalkan, upamanya waktu makeup selama 2 jam atau 3 jam. Kebanyakan MUA dari luar Bali atau luar negeri mengambil makeup hanya makeup saja, hairdo saja," tuturnya. 
wartawan
Ayu Eka Agustini

Tarik Diri dari Restorative Justice, Pelapor Perbekel Sudaji: Saya Tunggu di Pengadilan

balitribune.co.id | Singaraja - Penanganan kasus dugaan penipuan yang melibatkan Perbekel Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, I Made Ngurah Fajar Kurniawan, masih bergulir di Polres Buleleng dan kini memasuki tahap menunggu pelaksanaan gelar khusus Restorative Justice (RJ).

Baca Selengkapnya icon click

Berkat Kotoran dan Kencing Sapi, Petani Organik Tidak Beli Pupuk

balitribune.co.id | Tabanan - Menjadi petani organik ala Made Sandi bukanlah hal yang sulit jika dilakukan dengan niat untuk menjalani hidup sehat dan sederhana. Made Sandi yang merupakan mantan satpam salah satu perusahaan asing di Bali memilih untuk menekuni pertanian organik di Banjar Dinas Munduk Andong Desa Bangli Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan sejak 2012 silam. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

NasDem Buleleng Bantah Isu Merger dengan Gerindra

balitribune.co.id | Singaraja - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Buleleng, Made Jayadi Asmara, angkat bicara menanggapi isu yang dihembuskan oleh Majalah Tempo terkait potensi bergabungnya (merger) Partai NasDem dengan Partai Gerindra. Jayadi secara tegas membantah isu tersebut dan menyatakan bahwa partainya saat ini berada dalam posisi yang sangat solid dan terus menunjukkan tren positif dalam perpolitikan nasional.

Baca Selengkapnya icon click

Jelang TPA Mandung Hanya Terima Sampah Residu, Pemkab Tabanan Gencarkan Sosialisasi Pilah Sampah

balitribune.co.id I Tabanan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan menggencarkan sosialisasi masif pemilahan sampah berbasis sumber menjelang pemberlakuan kebijakan TPA Mandung yang hanya akan menerima sampah residu.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat di tingkat hulu siap melakukan pemilahan secara mandiri sebelum aturan ketat tersebut resmi diterapkan mulai 1 Mei 2026 mendatang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jembatan Peken Belayu-Kukuh Terancam Putus

balitribune.co.id I Tabanan - Jembatan penghubung Desa Peken Belayu dan Desa Kukuh di Kecamatan Marga, Tabanan, terancam putus. Ini terjadi akibat tebing yang ada di bagian pinggirnya longsor ke aliran Sungai Yeh Gangga pada Rabu (15/4/2026) siang.

Kondisi jembatan tua tanpa pondasi besi ini kian mengkhawatirkan karena getaran kendaraan bertonase besar yang melintas justru memperparah pengikisan tebing.

Baca Selengkapnya icon click

Pemanfaatan Lahan Taman Bung Karno Penarungan Terkendala Kajian Kelayakan Lokasi

balitribune.co.id I Mangupura - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung belum sepenuhnya dapat memanfaatkan lahan di Taman Bung Karno, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, untuk penanganan kompos. Hal ini disebabkan adanya kesepakatan dengan desa setempat yang mengharuskan dilakukan kajian kelayakan lokasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.