Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sekda Adi Arnawa Terima Audiensi Dekorkab Badung

Bali Tribune / DEKORKAB - Sekda Wayan Adi Arnawa menerima audiensi dari Dekorkab Badung di Ruang Rapat Sekda, Puspem Badung, Selasa (14/3).

balitribune.co.id | Mangupura - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa menerima audiensi dari Dewan Koordinator Kabupaten (Dekorkab) Badung, berkaitan dengan telah terbentuknya kepengurusan baru Dekorkab Badung, bertempat di Ruang Rapat Sekda, Puspem Badung, Selasa (14/3). Audiensi ini dipimpin Ketua Dewan Koordinator Kabupaten Badung I Nyoman Sarjana, yang juga turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung I Komang Giriyasa, beserta para Ketua Pasraman non formal.

Sekda Adi Arnawa mengungkapkan, atas nama Pemerintah Kabupaten Badung memberikan selamat, karena sudah ada satu wadah organisasi, maupun berkumpulnya orang-orang yang memiliki dedikasi, terutama dalam rangka menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) ke depan.

“Di tengah suasana Indonesia dihadapi masalah sosial anak-anak, Dekorkab Badung sudah memiliki dedikasi yang tergabung dalam Perkumpulan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pasraman se-Indonesia (P3I). Saya berharap agar Pasraman benar-benar mengarahkan untuk bagaimana mencetak anak-anak yang beriman, berakhlak, pintar, dan memiliki budi pekerti yang baik,” ujar Adi Arnawa.

Ditambahkannya, untuk itu melalui pasraman, kita memberikan pelajaran agama Hindu. Apalagi kita di Provinsi Bali khususnya di Kabupaten Badung, sudah saatnya mendorong pemahaman akan ajaran agama Hindu yang berbasis seni dan budaya, dikarenakan pariwisata kita berbasis budaya. Jika berbicara budaya, tentu berlandasan dengan ajaran-ajaran agama Hindu.

Lebih lanjut dikatakan, Pemerintah Kabupaten Badung memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah yang dilakukan oleh Dekorkab yang tergabung dalam P3I. Hal yang paling penting ketika implementasi agar benar-benar sesuai dengan platform persamaan sesuai dengan aturan yang berlaku. Jangan sampai keluar dari aturan tersebut. Jika ini benar-benar diarahkan, untuk bagaimana menjaga kearifan lokal tetap terjaga.

“Mari kita jaga kearifan lokal kita yang sudah ada sejak dulu, dimana kearifan lokal kita yakni bergotong royong dan pertanian. Kepada jajaran P3I, bagaimana memberikan langkah-langkah positif, sehingga pemerintah tetap mensupport, mendorong keberadaan P3I. Saya kira itu yang perlu saya sampaikan kepada organisasi ini, tentu saya menunggu langkah-langkah kongkret, sebatas mana program-program yang dilakukan, sepanjang program tersebut bersifat positif demi mencetak SDM berwawasan agama, seni dan budaya,“ ungkapnya.

Sementara itu Ketua Dewan Koordinator Kabupaten Badung I Nyoman Sarjana mengucapkan terima kasih kepada Sekda Badung yang sudah menerima audiensi Dekorkab. Dijelaskannya organisasi P3I adalah Perkumpulan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pasraman se-Indonesia. Khusus di Badung sudah terbentuk pasraman non formal sebanyak delapan (8) dan persamaan formal sebanyak sebelas (11).

“Harapan kami ke depan Pemerintah Kabupaten Badung dapat mensupport dan mendukung terhadap program-program yang ada di pasraman,“ harapnya.

wartawan
ANA
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.