Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Virus Demokrasi

Bali Tribune

BALI TRIBUNE - Hari ini, tanggal 4 Agustus 2018, adalah hari pertama pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (Paslon Capres-Cawapres). Hingga tanggal 10 Agustus 2018, KPU membuka pendaftaran Paslon sebagai peserta Pilpres. Tahapan pertama hajat politik Pilpres kini dimulai. Tahapan ini akan diikuti dengan proses verifikasi data administrasi, kelayakan dukungan parpol, masa kampanye, debat Paslon hingga puncaknya pada hari pemungutan suara tanggal 17 April  2019. Tahapan Pilpres itu kait mangait secara berantai dan menyita waktu selama sembilan bulan. Inilah proses suksesi kepemimpinan nasional di alam reformasi, yang melibatkan demikian banyak komponen bangsa, termasuk seluruh rakyat Indonesia. Tidak seperti era sebelum reformasi, sosok kepemimpinan nasional sudah dipaket sebelumnya, setelah 'kaki tangan' penguasa terlebih dahulu membunuh akal sehat publik dengan jargon-jargon tak mendidik. Beberapa saat setelah itu, kumandang kebulatan tekad bergema dari dan muncul di mana-mana. Parpol pemerintah, yang didukung utusan daerah kemudian menggodog pasangan calon jagoan penguasa. Paket matang ini lalu dipilih oleh DPR yang sudah dicekoki kewajiban untuk memenangkan. Tiba-tiba, rakyat terkejut nama Presiden dan Wakil Presiden baru, dipermaklumkan kepada publik. Selesailah sudah akrobat politik suksesi  kepemimpinan nasional yang syarat dengan rekayasa dan ingkar terhadap daulat rakyat. Kini, setelah 20 tahun kita masuk dalam alam reformasi, daulat rakyat mulai menguat. Proses suksesi kepemimpinan nasional pun, secara dialektik, terus berubah menuju kesempurnaan. Kata-kata sakti seperti 'kebulatan tekad', 'demi stabilitas nasional', dan lain-lain yang beraroma Orde Baru sudah tak lagi terdengar. Kita Sedang menuju ke alam demokrasi sesungguhnya. Hanya saja, demokrasi di era reformasi, khususnya di periode ini, kita masih harus berhadapan dengan virus 'over dosis' demokrasi. Kita mengalami polusi moral-etik yang terbawa oleh angin kebebasan yang kebablasan. Jagad politik negeri ini dikotori oleh perilaku politik barbar: ujaran kebencian bernuansa SARA, caci maki, saling klaim serta saling serang dengan menciptakan dan membuka aib lawan, memenuhi ruang publik kita. Politik kita, menjelang Pilpres yang berlangsung bersamaan dengan Pileg, memasuki fase demoralisasi. Upaya menjatuhkan lawan dengan berita hoax, foto dan video porno, rekayasa gambar binatang berkepala manusia, bahkan kisah kelam masa lalu sang lawan, direproduksi masal setelah dibubuhi bumbu penyedap rasa. Apakah praktek demokrasi seperti ini yang kita idamkan? Tentu tidak. Kita tidak sedang berperang melawan penjajah. Senjata berdaya bunuh tinggi seperti hoax, foto dan video porno, narasi-narasi menyeramkan, hendaknya kita lucuti. Kita hendak melahirkan pemimpin nasional yang cerdas, amanah dan berintegritas, tanpa harus membunuh lawan dengan senjata pemusnah modern dengan memanfaatkan teknologi informatika yang digandrungi manusia era milenia ini. Rivalitas Pilpres 2019 diprediksi hanya memperhadapkan dua paslon, kecuali jika rancang bangun koalisi pemerintah dan oposisi mengalami perubahan akibat penentuan Cawapres pendamping Jokowi maupun Prabowo yang tidak pas. Jika hanya dua Paslon, maka kita mengulang Pilpres 2014, yang berlangsung demokratis tanpa dinodai oleh begitu banyak polusi konflik, intrik dan moral-etik. Jika ada perubahan strategi pemenangan yang dirancang kedua kubu, kita harapkan tidak turut menambah polusi. Kepada para pencinta bangsa dan negara, jangan kita biarkan ruang publik ini dibajak oleh orang-orang tak bernalar. Kaum cendikia dan para pengamat, diharapkan memproduksi diksi yang menjadi penyedap rasa, bukan narasi penghambar rasa. 

wartawan
Mohammad S. Gawi
Category

BNNK Gianyar Obok-Obok Kafe Remang-Remang, 111 Orang Jalani Tes Urine

balitribune.co.id | Gianyar - Tempat hiburan malam yang sering disebuat Kafe Remang-remang kembali diobok-obok. Kali ini Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar gandeng aparat gabungan. Seratus lebih pengunjung, pelayan hingga pengelola tempat tersebut diwajibkan jalani test urine. Hasilnya, seorang diyatakan positif mengandung metamfetamin.

Baca Selengkapnya icon click

Patroli Diperketat, Keamanan Pelabuhan Celukan Bawang Jadi Perhatian

balitribune.co.id | Singaraja - Aktivitas di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, terus mendapat pengawasan kepolisian. Tingginya mobilitas masyarakat, pekerja, awak kapal, hingga pengguna jasa membuat aspek keamanan menjadi salah satu perhatian utama.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dewan Bangli Kritisi Jalan Rusak hingga Utang PEN 

balitribune.co.id | Bangli - Rapat Paripurna DPRD Bangli yang digelar pada Jumat (25/9/2026) mengungkap RAPBD Bangli 2027 yang disampaikan pihak eksekutif tercatat senilai Rp1,32 triliun. Hal ini mendapat sorotan  DPRD Bangli. Rapat yang berlangsung secara maraton itu. dipimpin langsung Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika. 

Baca Selengkapnya icon click

Dua Rumah Terbakar, Kerugian Tembus Rp260 Juta

balitribune.co.id | Singaraja - Dua rumah warga di Kabupaten Buleleng terbakar dalam waktu berbeda pada Minggu (27/9/2026). Kebakaran terjadi di Dusun Galiran, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, dan Banjar Dinas Padangbulia, Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada. Tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut. Namun, kedua rumah mengalami kerusakan berat dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp260 juta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mulai 1 Oktober 2026, Pelaporan Insidental Sektor Pasar Modal dan Bursa Karbon Wajib Lewat Sistem OJK

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pengawasan sektor pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon melalui digitalisasi pelaporan. Mulai 1 Oktober 2026, penyampaian laporan insidental kepada OJK wajib dilakukan melalui sistem pelaporan yang terintegrasi.

Baca Selengkapnya icon click

Transaksi Digital Tumbuh 40,36 Persen, QRIS Tembus 69,32 Juta Pengguna

balitribune.co.id | Jakarta - Ekonomi dan keuangan digital (EKD) semakin dipandang sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Untuk mengoptimalkan potensinya, sinergi kebijakan, inovasi teknologi, penguatan talenta digital, serta keamanan sistem pembayaran menjadi agenda utama Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.