Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Permintaan Membludak, Pembuat Masker Kain Mampu Produksi 1.000 Pcs Per Hari

Bali Tribune / MASKER KAIN - Proses menjahit masker kain yang dilakukan oleh penjahit pakaian karena tingginya permintaan masyarakat ditengah pandemi Covid-19

balitribune.co.id | Denpasar - Sejak wabah Corona (Covid-19) menginfeksi warga negara Indonesia, masyarakat Bali memburu masker untuk melindungi diri dari serangan virus yang menyerang pernafasan tersebut. Akibatnya, masker di pasaran menjadi langka sehingga masyarakat memilih alternatif menggunakan masker kain. 

Hal ini pun menjadi peluang emas bagi yang memiliki profesi penjahit pakaian di Bali. Salah seorang penjahit di Denpasar, Luh Resini kepada Bali Tribune, Kamis (2/4) menyampaikan bahwa masker kain kian diburu masyarakat untuk melindungi diri dari serangan virus yang mewabah di ratusan negara tersebut. 

"Awalnya saya memang tukang jahit pakaian, melihat kondisi sekarang ini banyak yang tidak kebagian membeli masker karena pasokan terbatas. Sehingga pada awal Maret 2020 saya membuat masker kain," terangnya. 

Ia memilih membuat masker kain karena lebih simpel dan bisa dicuci kembali serta bahan baku pembuatannya pun mudah didapat di Denpasar. Masker kain ini diakuinya mendapat respon positif dari masyarakat dan banyak mendapatkan pesanan. 

"Karena banyak pesanan, saya setiap hari memproduksi masker kain ini. Sekali produksi menghabiskan kain katun 3 roll mampu menghasilkan 1.000 picis masker kain," sebut Resini. 

Penjualannya pun sangat mudah, karena banyak yang memesan lewat online maupun offline di toko-toko. Masker kain dijual sangat terjangkau per picis Rp 7.000, untuk satu lusin Rp 50 ribu. "Masker kain biasanya tahan 2-3 bulanan," ucapnya. 

Setelah dipakai, masker harus dicuci pakai air hangat, setelah kering disetrika dan dapat dipakai lagi. Selain menggunakan masker untuk menutup mulut dan hidung saat bersin serta batuk, masyarakat juga diminta untuk rajin mencuci tangan dengan air bersih dan sabun serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar tidak terpapar Covid-19.

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.