Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bangkitkan Pariwisata Bali di Tengah Pandemi Covid-19

Bali Tribune/ PEMBICARA - Wagub Cok Ace sebagai keynote speaker dalam Temu Responden 2020 yang diselenggarakan BI Provinsi Bali, Kamis (19/11).
Balitribune.co.id | Nusa Dua - Data menunjukkan 53% ekonomi Bali ditopang sektor pariwisata dan satu jutaan tenaga kerja diserap di sektor ini. Untuk membangun lapangan kerja di Bali, Pemprov Bali mau tidak mau harus membangkitkan kembali pariwisata Bali di tengah pandemi Covid-19.
 
Hal itu disampaikan Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat didaulat sebagai keynote speaker dalam Temu Responden 2020 yang diselenggarakan BI Provinsi Bali dengan tema “What’s Next on Bali Business After Covid-19”, di BNDCC, kawasan ITDC Nusa Dua, Kamis (19/11).
 
Hal-hal yang telah dilakukan Pemprov Bali di antaranya penanganan Covid-19 dilaksanakan dengan semakin baik dengan fokus kepada pengendalian timbulnya kasus baru, peningkatan kesembuhan dan pengendalikan angka kematian. Melakukan aktivitas dan berbagai upaya dalam rangka pemulihan perekonomian demi keberlangsungan kehidupan masyarakat.
 
Dikatakan Wagub Cok Ace, Gubernur Bali bersama bupati/walikota se-Bali bersepakat melaksanakan aktivitas masyarakat yang produktif dan aman Covid-19 secara bertahap, selektif, dan terbatas dengan melaksanakan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru.
 
Selain itu, membuka pariwisata bagi wisatawan nusantara, melaksanakan program We Love Bali dengan menggerakkan wisatawan lokal. Hal ini dilakukan serangkaian mempersiapkan pariwisata Bali menerima kunjungan wisatawan, dengan melaksanakan verifikasi fasilitas dan daya tarik wisata.
 
“Untuk memperkirakan kondisi perekonomian tahun 2021, kita perlu memperhatikan pola pemulihan ekonomi nasional dan Bali. Khusus untuk Bali, kita perlu pula memperhatikan pola pemulihan pariwisata. Dengan memperhatikan kondisi perekonomian dunia dan nasional maka diperkirakan ketersediaan vaksin Covid-19 Level of Confidence to Travel Kebijakan Perlintasan Orang (Domestik dan Internasional) serangkaian pemulihan ekonomi global,” sebutnya.
 
Dengan memperhatikan hal tersebut, pemulihan kunjungan wisman diproyeksikan baru akan kembali 50% di tahun 2021 dan pulih secara normal pada tahun 2022. Dengan demikian maka ekonomi Bali akan kembali pada posisi normalnya tahun 2022. Pertumbuhan ekonomi tahun 2020 diperkirakan dalam kisaran -8% s.d. -9% sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 diperkirakan dalam kisaran 4% hingga 5%.
 
Disebutkan Wagub, Bali sangat bertumpu pada sektor pariwisata. Sebelum Covid-19, sektor pariwisata menyumbang sampai 53% terhadap perekonomian Bali. Pengaruh pandemi Covid-19 saat ini di Pulau Dewata jauh lebih signifikan dibandingkan bom Bali dan meletusnya Gunung Agung. Namun, pemulihan ekonomi mulai tampak sejak libur panjang akhir Oktober lalu, tingkat hunian kamar hotel mulai menunjukkan peningkatan sekitar 25-30%, didominasi oleh wisatawan domestik atau lokal.
wartawan
Viktor Riwu

Antusiasme Warga Padati Gilimanuk hingga Hutan Cekik Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

balitribune.co.id | Negara - Masyarakat Kabupaten Jembrana tumpah ruah memadati kawasan Gilimanuk hingga Hutan Cekik pada Selasa (25/8/2026). Kedatangan ribuan warga dan pelajar ini guna menyambut kunjungan kerja perdana Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang diagendakan melakukan groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan hutan Bali Barat.

Baca Selengkapnya icon click

Data 129 Ormas, Kesbangpol Badung Dorong Penataan dan Pemberdayaan

balitribune.co.id | Mangupura - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung mencatat sebanyak 129 organisasi kemasyarakatan (ormas) telah terdata hingga Agustus 2026. Ormas tersebut bergerak di berbagai bidang, di antaranya lingkungan hidup, seni budaya, pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, serta kesehatan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Badung Ancam Cabut Izin Usaha Besar yang Abaikan Produk Lokal

balitribune.co.id | Mangupura - DPRD Kabupaten Badung menyiapkan aturan yang mewajibkan pelaku usaha besar, khususnya sektor pariwisata, menggunakan produk unggulan lokal. Pelaku usaha yang mengabaikan kewajiban tersebut nantinya dapat dikenai sanksi administratif secara bertahap hingga rekomendasi pencabutan izin usaha.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.