Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bantuan Bedah Rumah Diharapkan Jadi Motivasi Sanjaya untuk Bekerja

gubernur
TINJAU - Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, meninjau lokasi pembangunan bantuan bedah rumah untuk keluarga Dewa Made Sanjaya warga Dusun Kawan, Ds. Manggis, Manggis, Karangasem, Minggu (24/7).

Amlapura, Bali Tribune

Bantuan bedah rumah yang diberikan pemerintah tidak boleh menjadikan penerimanya semakin malas , namun sebaliknya harus dijadikan motivasi untuk terus berusaha dan bekerja. Demikian harapan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat meninjau lokasi pembangunan bantuan bedah rumah untuk keluarga Dewa Made Sanjaya warga Dusun Kawan, Ds. Manggis, Manggis, Karangasem, Minggu (24/7). “Setelah dapat fasilitas jangan jadi malas, jangan berpikir baru miskin akan terus dibantu pemerintah sehingga jadi manja. Bantuan ini harus dipakai sebagai penyemangat untuk terus bekerja membangun keluarga,” cetus Gubernur yang sangat peduli terhadap kemiskinan tersebut.

Keluarga Dewa Made Sanjaya sendiri hidup dalam kesederhanaan, dimana Sanjaya sehari-harinya bekeja sebagai kuli bangunan, dan istrinya Desak Putu Merti pun membantu mencari nafkah sebagai tukang angkut pasir. Penghasilan yang pas-pasan hanya cukup untuk makan sehari-hari, beban hidup pun dirasa bertambah berat manakala penghasilan yang minim itu juga harus dibagi lagi untuk membiayai sekolah 3 orang anaknya.

 “Untuk belanja sembako biasanya tiang ngebon dulu sama tetangga tiang, kalau sudah dapat upah kerja baru tiang bayar, apa lagi tiang harus menyekolahkan 3 anak, tiang merasa beban tiang semakin berat,” ujar Sanjaya. Keluarga itu terpaksa tinggal berdesak-desakan dalam satu gubuk yang dimanfaatkan untuk seluruh aktifitas sehari-hari, sebagai tempat tdur sekaligus dapur yang hanya dibatasi dinding gedeg.

Anak kedua dari pasangan itu, Dewa Ayu Made Yuniantari (13), pun tidak mau tinggal diam, ia membantu meringankan beban orang tuanya untuk mencari bekal sendiri dengan menjadi penari lepas ke hotel-hotel bersama sanggar yang ada didusun setempat, dengan upah 25ribu per sekali menari.

Pastika yang prihatin mendengar penuturan Sanjaya, kemudian menawari Yuniantari yang saat ini duduk di kelas 3 SMP untuk melanjutkan sekolahnya di SMA atau SMK Bali Mandara.

“Kenapa harus melanjutkan ke sekolah umum, kenapa tidak ke SMA/SMK Bali Mandara. Kamu sudah masuk kriteria, karena yang bisa sekolah disana kriteria utamanya adalah miskin. Jadi jangan salah persepsi, untuk masuk disana tidak harus berprestasi. Dibiayai pemerintah juga, jadi tidak perlu keluar uang, tahun depan kamu daftar disana saja,” ujar Pastika.

Kondisi yang dialami penari seperti Yuiatari diharapkan dapat membuka mata para pelaku wisata agar bisa memberikan upah yang layak. Karena tidak semua pelaku seni itu berasal dari kalangan mampu, sehingga dengan penghasilan yang sesuai bisa membuat seni yang digeluti memberikan penghidupan. Lebih jauh, Pastika pun mengharapkan peran serta pemerintah daerah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Bali, karena sesuai kewenangan setiap kk kurang mampu juga merupakan kewajiban masing-masing daerahnya.

“Bagaimanapun juga kk miskin itu tetap tanggung jawab Kabupaten/Kota yang mewilayahi, seharusnya mereka juga berperan aktif. Jangan semua dilimpahkan ke Pemprov. Dan ini untungnya kita mau menangani, seharuanya kita cuma membantu,” cetusnya.

 Tak hanya itu, Gubernur Pastika yang pada kesempatan itu turut didampingi Inspektur Provinsi Bali Ketut Teneng,Kadis Sosial I Nyoman Wenten dan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, SH.,MH, pun meminta peran aktif Kepala Desa untuk mendata setiap warganya secara detail, baik mengenai kk kurang mampu, pendidikan, kesehatan dan sebagainya. Karena aparat desa sebagai ujung tombak pemerintahan yang bisa mengetahui kondisi warganya secara pasti untuk membantu memediasi hal-hal yang dialami oleh masyarakat untuk penanganan lebih lanjut.

Seperti halnya kesehatan terutama mata, tiap kepala desa diharapkan bisa mendata warganya yang menderita katarak, kebutaan, atau gangguan penglihatan lainnya, untuk dilaporkan ke RS Mata Bali Mandara. “Apabila setelah dilakukan pemeriksaan, dalam satu desa terdapat lebih dari 10 penderita katarak, maka pihak RS Mata Bali Mandara yang akan mendatangi saudara-saudara untuk melakukan operasi yang diderita di puskesmas terdekat,” pungkas orang nomor satu di Bali itu.

Ditambahkan Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, Wayan Wenten, banyak masyarakat yang belum memahami alur pemberian bantuan bedah rumah. Data yang disampaikan tahun berjalan merupakan pengajuan data sebelumnya, jadi jika ada warga yang belum masuk data tidak serta merta bisa dibantu, karena sudah ada penerima yang masuk data sebelumnya. Sehingga pemberian bantuan pun harus menunggu penuntasan yang masuk sebelumnya, baru selanjutnya diberikan kepada calon penerima baru.

Pengajuan oleh kepala desa pun diharapkan sudah masuk tahun sebelumnya, dan ini menurutnya juga berlaku bagi bantuan-bantuan pemerintah lainnya yang terpaku pada sistem penganggaran.

Sementara itu, Kepala Desa Manggis, Wayan Partika Suyasa sangat berterima kasih atas bantuan yang diterima warganya. Dari 18 kk miskin yang diajukan tahun ini 8 kk sudah dibantu oleh Pemprov.

wartawan
habit/adv
Category

Pecah Kemacetan, Dua Underpass Bakal Dibangun di Denpasar

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Bali telah merencanakan pembangunan dua underpass di sejumlah simpang yang dinilai memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi. Termasuk Kota Denpasar, direncanakan dibuat dua underpass yakni di Simpang Pesanggaran Densel dan Tohpati Dentim.

Baca Selengkapnya icon click

Verifikasi Data Parpol di Badung Belum Tuntas, Tujuh Parpol Masih Terkendala Kepengurusan dan Kantor

balitribune.co.id I Mangupura - Proses pemutakhiran dan verifikasi data partai politik (parpol) di Kabupaten Badung belum sepenuhnya tuntas. Dari 18 parpol yang menjadi objek pemantauan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Badung, sebanyak 11 parpol disebut telah mendekati tahap akhir, sementara tujuh lainnya masih dalam proses pembaruan data.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dukung Pencegahan Stunting, Pemkot Denpasar Luncurkan Dapur Abhipraya

balitribune.co.id I Denpasar - Guna mendukung upaya pencegahan Stunting, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar melaksanakan peluncuran Dapur Abhipraya yang terletak di Rumah Kula Abhi Praya, Jalan Gatut Subroto IVF, Kota Denpasar, sebagai bagian dari semangat Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), Selasa (18/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Digempur Produk Modern, Permintaan Gerabah untuk Kebutuhan Upacara Adat Masih Stabil

balitribune.co.id I Mangupura - Pembuatan gerabah tradisional hingga saat ini masih ditekuni salah satu perajin di Desa Kapal Kabupaten Badung. Pasalnya, gerabah yang terbuat dari tanah liat tersebut kerap dibeli masyarakat yang akan melaksanakan upacara Pengabenan. Sehingga gerabah menjadi salah satu kebutuhan yang tidak bisa lepas dari upacara adat Bali.

Baca Selengkapnya icon click

Perkuat Daya Saing UMKM, DPRD Badung Serap Aspirasi Raperda Pelindungan Produk Unggulan Daerah

balitribune.co.id | Mangupura - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung menggelar penyerapan aspirasi masyarakat terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pelindungan dan Pemberdayaan Produk Unggulan Daerah. Ranperda inisiatif ini dirancang guna memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Koperasi di tengah persaingan pasar yang kian ketat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.