Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Biro Perjalanan Wisata Lirik Potensi Wisata di Desa Munduk

Bali Tribune / PELAKU BISNIS - Bertemunya pelaku bisnis (B2B) yakni dari sejumlah biro perjalanan wisata di Bali dengan pelaku usaha di bidang akomodasi wisata di Kabupaten Buleleng untuk mendukung keberlanjutan pariwisata di Desa Munduk

balitribune.co.id | Denpasar - Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali melirik potensi pariwisata yang ada di Desa Munduk Kabupaten Buleleng. Potensi pariwisata yang ada di desa tersebut diharapkan akan mampu menarik pangsa pasar wisatawan minat khusus. Hal tersebut sejalan dengan telah ditetapkannya Desa Munduk sebagai desa wisata hijau. 

Ketua Program Asita Care, I Ketut Sediya Yasa mengatakan, sebanyak 40 anggota Asita yang merupakan biro perjalanan wisata dan 20 pelaku industri pariwisata di Desa Munduk melakukan Eco-Business beberapa waktu lalu. Ajang business to business (B2B) ini mempertemukan secara langsung antara biro perjalanan wisata di Bali dengan pelaku pariwisata di Munduk seperti pengelola akomodasi wisata di Kabupaten Buleleng. 

Lebih lanjut ia menyampaikan, lingkungan di Desa Munduk yang asri dan alami ini akan menjadi pariwisata berkelanjutan. Hal itu yang mendorong dilakukan gerakan penanaman pohon di sekitar Desa Munduk sebagai wilayah hulu untuk melengkapi keberadaan hutan mangrove di hilir yang telah berkembang menjadi objek wisata. 

Ketua Pokdarwis Munduk, Md Swadika mengatakan, upaya ini sejalan dengan konsep Desa Wisata Munduk yang telah ditetapkan sebagai desa wisata hijau. "Secara tradisi masyarakat Desa Munduk dan sekitarnya memiliki tradisi memelihara alam, memuliakan air," katanya. 

Sementara itu kata dia terkait ajang B2B merupakan upaya untuk mengenalkan keberadaan Desa Wisata Munduk. "Kami perlu lebih banyak mengikuti ajang seperti ini. Selain memasarkan produk, atraksi wisata yang telah ada, dan mengembangkan paket- paket baru sesuai keinginan pasar yang juga mendukung konsep wisata hijau," jelasnya. 

Kepala Bidang Tata Lingkungan KLHK Buleleng, Made Adiana mengakui penanaman pohon sejalan dengan program pariwisata berkelanjutan. "Gerakan ini mendukung upaya pelestarian alam, penyelamatan keragaman hayati untuk menghadapi perubahan iklim," ujarnya.

wartawan
YUE

Polda Bali Kerahkan Personel Amankan Antrean BBM

balitribune.co.id | Denpasar - Merespons situasi antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU di wilayah Bali, Polda Bali bersama jajaran Polres dan Polsek menerjunkan ratusan personel mengamankan dan mengatur lalulintas di lapangan, Selasa (13/10/2026). Di lapangan personel berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan instansi terkait.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Seribu KK Lebih Terdampak Kekeringan di Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Kekeringan di Jembrana dampaknya semakin dirasakan. Menyusutnya air dari hulu mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami krisis air bersih. Seribu kepala keluarga (KK) lebih beberapa bulan terakhir hanya berharap dari distribusi bantuan air bersih instansi terkait. 

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tiga Warga Buleleng Meninggal Gara-Gara Rabies, Dinkes Soroti Rendahnya Kesadaran Penanganan Gigitan

balitribune.co.id | Singaraja - Ancaman rabies di Kabupaten Buleleng masih menjadi persoalan serius. Hingga September 2026, kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) tercatat cukup tinggi, dengan tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Minimnya pelaporan setelah gigitan dan ketidakpatuhan menjalani vaksinasi menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng dalam memperkuat upaya pencegahan.

Baca Selengkapnya icon click

Pasokan BBM Terbatas, Antrean Panjang Terjadi di SPBU Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jembrana hingga Selasa (13/10/2026). Terbatasnya pasokan membuat BBM bersubsidi jenis Pertalite cepat habis. Bahkan, di sejumlah SPBU, BBM nonsubsidi jenis Pertamax juga kosong.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BBM Langka, Nelayan Tabanan Tak Bisa Melaut

balitribune.co.id | Tabanan – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Kabupaten Tabanan berdampak serius pada sektor perikanan hingga membuat para nelayan setempat tak bisa melaut.

Kondisi memprihatinkan ini terjadi justru di tengah puncaknya musim panen lobster yang semestinya menjadi ladang rezeki bagi masyarakat pesisir.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.