Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bobol Kas LPD Rp15 M, Made Ladra Ditahan

AKBP Ruddy Setiawan, SIk memperlihatkan berkas dan tersangka

BALI TRIBUNE - Kepala Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten  Badung, nonaktif I Made Ladra (52) diduga melakukan tindak pidana korupsi dana 15 ribu orang nasabah sebesar Rp15,35 miliar. Itu sebabnya, ia dijemput paksa oleh anggota Polda Bali di rumahnya, Banjar Tegal saat Kelurahan Kapal, Mengwi, Kabupaten Badung, Senin (22/10) sore.  Kasusnya mulai mencuat pada tahun 2017 lalu oleh beberapa nasabah yang tidak bisa mengambil uangnya. Dan dari hasil penyelidikan dan penyidikan lebih dari setahun lamanya serta pemeriksaan lebih dari 60 saksi, akhirnya Made Ladra ditetapkan menjadi tersangka. Sayangnya dalam beberapa kali pemanggilan, tersangka tidak juga kooperatif memenuhi panggilan tersebut. Hingga akhirnya dijemput paksa oleh petugas Reskrimsus Polda Bali di rumahnya sore hari.  "Kita jemput paksa karena karena tidak kooperatif," ungkap Wadir Reskrimsus Polda Bali AKBP Ruddy Setiawan, SIk siang kemarin. Dikatakan Ruddy, kasus tersebut kini sudah dinyatakan lengkap penyidikannya atau P21 dan tersangka akan segera dilimpahkan tahap kedua kejaksaan. Dalam aksinya, modus tersangka adalah membuat pinjaman fiktif dan membuat tabungan fiktif sistem keuangan LPD Kapal atau melunasi pinjaman pribadi keluarganya dengan menggunakan uang fiktif. Dan melunasi pinjaman yang dibuat olehnya yang berasal dari penggelapan dana oleh kolektor.  "Selain itu, menggelapkan gaji karyawan, uang debitur atau menggelapkan kredit dan menarik uang tabungan nasabah," terangnya. Akibat perbuatannya tersebut, tersangka diancam dengan hukuman 20 tahun penjara dengan sangkaan melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3, atau pasal 8 juncto pasal 18 ayat (1) UU RI nomor 31 tahun 1999. Sebagaimana telah dirubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat (1) KUHP dan atau pasal 3 juncto pasal 77, pasal 78 UU RI nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. "Tersangka ini menggunakan kewenangannya untuk memperkaya diri sendiri dengan cara tadi," tuturnya. Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Ida Putu Wedanajati menambahkan, bahwa tersangka juga dijerat kasus pencucian uang. Sebagaimana dari hasil penyidikan yang dilakukannya, uang tersebut di alih rupakan menjadi aset tidak bergerak diantaranya bangunan mewah, tanah dan sawah senilai Rp7 miliar.  "Tim penyidik sudah melakukan penyitaan beberapa aset yang diduga hasil kejahatan milik tersangka sendiri. Aset ataupun bukti - bukti tidak bergerak berupa tanah, bangunan dan sebagainya ini sudah semua dilakukan pemasangan plang sesuai prosedur dan ketentuan bahwa barang ini adalah sitaan Polda Bali,"ungkapnya. Pihaknya akan terus melakukan penyelidikan kasus ini. Karena kegiatan korupsi ini pasti dilakukan berjamaah. Sehingga pihak kepolisian Polda Bali terut menggali pihak pihak yang akan terjerat Pasal 55 alias turut serta dalam melaksanakan kejahatan.  "Sekarang hari kedua penahanan dan akan kami lakukan penahanan selama 20. Kewenangan penyidik ini karena adanya kekawatiran tersangka mengulangi perbuatan, melarikan diri atau merusak barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana," jelasnya. Selama hampir 20 tahun menjabat, LPD yang dipimpin tersangka sempat mengalami perkembangan yang bagus dan sehat. Namun pada akhir - akhir ini terjadi hal yang tidak beres. Para nasabah dikatakannya tidak bisa menarik dananya sendiri, lantaran dana di LPD tersebut kosong melompong. Baik nasabah dalam satu desa adat maupun luar desa adat. Sementara tersangka yang ditemui Bali membantah tidak korupsi dana para nasabah sebanyak itu seperti yang dituduhkan kepadanya. Ia beralasan bahwa ada pihak lain diduga ikut menikmati dana para nasabah. "Ada kolektor enam orang juga yang uangnya tidak disetor ke kantor. Totalnya ada ada empat miliar rupiah. Ada juga yang pinjam tapi tidak dibayar. Kenapa hanya saya sendiri yang dilaporkan dalam kasus ini," ujarnya dengan nada kesal.  

wartawan
redaksi
Category

Hingga Agustus 2026, Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang 

balitribune.co.id | Mangupura - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mencatat pelayanan kepada 15,5 juta penumpang pada periode bulan Januari hingga Agustus 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 10 juta penumpang rute internasional dan 5,5 juta penumpang domestik. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Truk Kontainer Terjun ke Dasar Sungai Yeh Bakung

balitribune.co.id | Tabanan - Sebuah truk kontainer berpelat L 9233 UX terjun ke dasar sungai usai banting setir demi menghindari mobil boks di Jembatan Yeh Bakung, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat.

Insiden lalu lintas yang terjadi pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 13.30 Wita tersebut mengakibatkan satu korban jiwa dan menyebabkan pengemudinya luka-luka.

Baca Selengkapnya icon click

Tiga Toko di Tabanan Terciduk Jual Rokok Tanpa Cukai

balitribune.co.id | Tabanan - Sebanyak tiga dari delapan toko kelontong di Kabupaten Tabanan kedapatan menjual rokok berbagai merek tanpa dilekati pita cukai resmi. Temuan rokok bodong tersebut terungkap saat tim gabungan dari Kantor Bea Cukai dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tabanan menyisir kawasan pemukiman di Desa Bongan dan Desa Kediri, Rabu (30/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemulangan Jenazah PMI dari Taiwan Tunggu Proses Investigasi

balitribune.co.id | Negara - Sampai saat ini belum ada kepastian mengenai jadwal pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) I Made Pariana (49) yang meninggal dunia di Taiwan pada Sabtu (19/9/2026) lalu. Proses pemulangan jenazah masih menunggu penyelesaian proses investigasi oleh pihak berwenang setempat.

Baca Selengkapnya icon click

Estuary Dam Suwung Surut, PDAM Tirta Mangutama Terancam Krisis Air Baku

balitribune.co.id | Mangupura - Kemarau panjang mulai berdampak terhadap ketersediaan air baku untuk produksi air bersih di Kabupaten Badung. Kondisi tersebut terlihat dari menyusutnya muka air di Estuary Dam Suwung yang menjadi salah satu sumber bahan baku utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.