Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bupati Mas Sumatri Hadiri Rangkaian Upacara Nyegara Gunung

Bali Tribune/humas
Bupati Klungkung menghadiri Prosesi Nyegara Gunung.

balitribune.co.id | Amlapura - Prosesi Nyegara Gunung yang sebelumnya dilaksanakan pada Purnama Kedasa, yaitu Ngaturang Sarin Tahun di Pura Lempuyang, Persembahyangan dimulai dari Pura Bukit, Pura Penataran Agung Pucak Gunung Kembar Kenusut, dilanjutkan Pura Lempuyang Luhur, tiga hari setelah upacara tersebut dilaksanakan Pakelem dimana persembahyangan dimulai dari Pura Bukit, Pura Bagus lalu menuju Segara Ujung.

Prosesi Upacara Pekelem dihaturkan Panca Pala yaitu Pala Bungkah, Pala Gantung, Pala Gluntuk, Pala Wija dan Pala Sari kemudian dilarung ke Segara ujung. Upacara Nyegara Gunung dilaksanakan oleh 5 desa pakraman yaitu kampung anyar, karang sasak, Tibulaka sasak, Tihing Jangkrik, dan Bukit Tabuan.

Ketua Panitia I Nyoman Siki Ngurah dalam sambutannya mengatakan bahwa tradisi Nyegara Gunung atau Sarin Tahunan sempat tidak dilaksanakan, dan bisa diadakan kembali karena ingin berterimakasih atas hasil bumi yang didapatkan masyarakat Desa Bukit. “Tradisi sempat tidak diadakan selama 20 tahun lebih, kemudian diadakan kembali pada tahun 2013 dan selanjutanya selama 6 tahun hanya diadakan dalam skala kecil, tetapi karna kami masyarakat Desa Bukit yang mayoritas petani, ingin berterimakasih atas hasil bumi yang diberikan kepada kami, dan akhirnya kini di tahun 2019 kembali kami adakan,” ucapnya.

Bupati Mas Sumatri, Minggu (24/3), menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Desa Bukit yang sudah melaksanakan upacara Nyegara Gunung yang didasari oleh rasa tulus ikhlas. Dirinya berharap setelah dilaksanakannya upacara ini semoga lebih meningkatkan rasa saling asah, asih, asuh, paras paros sarpa naye, selulung sabayantaka atau dapat diartikan agar saling bersatu padu, saling menghargai pendapat orang lain dan saling mengingatkan, saling menyayangi dan saling tolong menolong antar sesama.

Upacara tersebut dipuput oleh Ida Pandita Empu Maha Dharma Jaya Tanaya dari Griya Giri Kusuma, Desa Bukit dan dihadirkan pula tarian Rejang renteng, dan dalam kesempatan tersebut Bupati Mas Sumatri juga menyerahkan Dana Punia sebesar Rp 5 Juta. ags/rls

wartawan
habit
Category

Perkuat Komitmen Pembangunan Ruang Terbuka Hijau, Bupati Resmikan Lapangan dan Taman Desa Adat Angantaka

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meresmikan Lapangan dan Taman Desa Adat Ida I Gusti Ngurah Gde Abian, Desa Adat Angantaka, Abiansemal, Selasa (3/3). Peresmian yang bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kesanga tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati sebagai simbol difungsikannya fasilitas publik bagi masyarakat Desa Angantaka.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kasanga Festival 2026 Siap Digelar, 16 Besar Ogoh-Ogoh Akan Ikuti Pawai dan Suguhkan Penampilan Kesenian

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar kembali akan menggelar Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6 - 8 Maret 2026 di kawasan Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung. Tak seperti tahun lalu, pelaksanaan parade ogoh-ogoh dilakukan dengan sistem parade seperti peed aye saat Pesta Kesenian Bali (PKB). Selain itu, Kasanga Festival tahun ini difokuskan pada penampilan seni, tanpa ada konser musik.

Baca Selengkapnya icon click

7 Proyek Vila Melanggar, Komisi I Rekomendasikan Penghentian Paksa

balitribune.co.id I Tabanan  – Komisi I DPRD Tabanan merekomendasikan penghentian paksa tujuh proyek pembangunan vila liar di Desa Kaba-Kaba dan Desa Cepaka, Kecamatan Kediri.

 

Ketujuh proyek vila milik investor luar daerah itu disetop pengerjaannya karena mencaplok sempadan sungai dan melanggar Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkot Denpasar Ajak Seluruh Stakeholder Jaga Keamanan, Kondusifitas dan Kelancaran Rangkaian Hari Suci Nyepi

balitribune.co.id | Denpasar - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama menjaga keamanan, kondusifitas dan kelancaran Rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 Tahun 2026. Rangkaian tersebut dimulai dari Pelaksanaan Prosesi Makiyis/Melasti, Tawur Agung Kesanga, Malam Pangerupukan, Nyepi dan Ngembak Geni.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.