Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Cuaca Buruk, Gilimanuk Sempat Ditutup

Bali Tribune/ CUACA BURUK - Kapal yang melayani penyeberangan Jawa-Bali tampak tetap sandar di dermaga saat penyeberangan ditutup sementara akibat cuaca buruk.
Balitribune.co.id | Negara - Cuacara buruk yang terjadi di Selat Bali, Rabu (4/3), menyebabkan penyeberangan Gilimanuk-Ketapang dan sebaliknya sementara ditutup. Nahkoda pun diminta selalu waspada.
 
Berdasarkan informasi, aktivitas penyeberangan di Selat Bali yang sebelumnya berlangsung lancar, mulai Rabu sore berangsur terganggu.  Cuaca buruk yakni angin kencang serta hujan deras mulai terjadi sekitar pukul 15.30 Wita. 
 
Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan kabut tebal menyelimuti lintasan pelayaran kapal di perairan Selat Bali. Akibatnya, jarak pandang nahkoda atau juru mudi kapal menjadi sangat terbatas lantaran kabut tebal tersebut.
 
Kondisi ini sangat membahayakan pelayaran yang melayani penyeberangan di Selat Bali. Jarak pandang nahkoda atau juru mudi yang terbatas tersebut juga berpotensi terjadi tabrakan kapal lantaran posisi antarkapal tidak dapat terlihat dengan jelas. Angin kencang juga berpotensi terjadi tabrakan kapal lantaran kapal bisa terdorong keluar lintasan pelayarannya. Mempertimbangkan keselamatan pelayaran kapal akhirnya penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk kembali ditutup sementara.
 
Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) atau Syahbandar Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk mulai menutup sementara penyeberangan Jawa-Bali mulai pukul 15.40 Wita. Kepala UPP Gilimanuk, I Ketut Aryadaba dikonfirmasi Rabu mengatakan, kondisi cuaca di perairan Selat Bali yang tiba-tiba tidak bersahabat tersebut sangat membahayakan aktivitas pelayaran kapal. “Penyeberangan ditutup sementara karena angin kencang, jarak pandang sangat terbatas, membahayakan,” ujarnya.  
 
Setelah penyeberangan ditutup, menurutnya seluruh nahkoda diminta untuk tetap menyandarkan kapalnya di dermaga. Sedangkan bagi kapal yang sudah selesai bongkar muat dan kapal yang sedang berlayar diminta mengapung di tempat yang aman dekat dengan pelabuhan terdekat.
 
Ia menyatakan penutupan penyeberangan sementara tersebut tidak sampai menyebabkan terjadi antrean kendaraan di kedua pelabuhan lantaran arus kendaraan yang masuk pelabuhan untuk menyeberang jumlahnya sedikit.
 
Seluruh kendaraan yang masuk pelabuhan saat penyeberangan ditutup sementara, dipastikan bisa ditampung di parkir pelabuhan. Penutupan penyeberangan kembali di buka setelah kabut berangsur menipis dan cuaca buruk berlalu. Kapal-kapal yang melayani penyeberangan baru busa berlayar kembali setelah enyeberangan dibuka kebali sekitar pukul 16.00 Wita.  “Penundaan penyeberangan tidak lama. Dengan kondisi cuaca sekarang, nahkoda tetap waspada,” tandasnya.
wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

SOM-20, Momentum Memperkuat  Konservasi Laut dan Ketahanan Kawasan Terhadap Perubahan Iklim

balitribune.co.id | Mangupura - Pertemuan Tingkat Pejabat Senior ke-20 atau 20th Senior Officials’ Meeting (SOM-20) Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) yang berlangsung 10-11 Desember 2025 di Kabupaten Badung, Bali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama regional dalam konservasi laut, pengelolaan perikanan berkelanjutan, dan peningkatan ketahanan kawasan terhadap perubahan iklim.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tanpa Kantongi PBG, Bangunan Investor di Hutan TNBB Disegel

balitribune.co.id | Negara - Bangunan di kawasan hutan Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) yang mencuat belakangan ini ternyata belum mengantongi dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Persoalan tersebut terungkap saat sidak yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Jembrana bersama instansi terkait ke lokasi bangunan tersebut berdiri.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Banjir Bandang di Manggis, Jalur Denpasar-Karangasem Lumpuh 2 Jam

balitribune.co.id | Amlapura - Banjir banjir bandang menerjang dua desa di Kecamatan Manggis, yakni Desa Antiga Kelod dan Desa Gegelang. Sejumlah rumah terendam banjir, lebih dari lima unit mobil milik warga juga terendam banjir, bahkan satu unit mobil yang terparkir di pinggir jalan di Desa Antiga Kelod juga nyaris hanyut, namun beruntung warga sigap dan langsung mengikat mobil tersebut dengan tali plastik.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.