Diduga Kelelahan, Sopir Traktor Tewas | Bali Tribune
Diposting : 27 November 2020 05:05
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
Bali Tribune/ TEWAS - I Wayan Subadra ditemukan tewas di pematang sawah di dekat traktornya, Kamis (26/11).
Balitribune.co.id | Tabanan -  Warga subak di Banjar Sambian Tengah, Desa Timpag, Kerambitan, Tabanan gempar. Pasalnya, I Wayan Subadra (66), asal Banjar Sarasidi, Desa Sembung Gede, Kerambitan, Tabanan ditemukan tewas di pematang sawah di dekat traktornya, Kamis (26/11) sekitar pukul 11.00 Wita.
 
Dari informasi yang dihimpun, korban yang berprofesi sebagai supir traktor ini ditemukan tewas setelah membajak sawah miliknya itu. Sebelum ditemukan tewas, sekitar pukul 7.30 Wita korban berangkat dari rumah menuju sawah miliknya. Sekitar pukul 11.30, saksi I Nengah Edi Arsana (53), yang hendak mencari kelapa di sebelah timur sawah milik korban, melihat korban tidur terlentang di pematang sawah dekat traktor. Saksi yang berjarak kurang lebih 20 meter melihat posisi kepala korban menghadap ke atas. Iapun memanggil-memanggil nama korban, namun tidak dijawab. Karena korban tidak menjawab, kemudian ia berlari untuk mencari bantuan. Sekejap kemudian, ia bersama masyarakat melihat dari tempat saksi pertama melihat korban. Tak berselang lama datang anak dari korban, I Wayan Suarsana (39), bersama dengan keluarganya datang ke TKP. Setelah didekati oleh Suarsana dan mengecek keadaanya, ternyata ayahnya juga sudah dalam keadaan meninggal dunia. Peristiwa itupun dilaporkan kepihak kepolisian.
 
Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian bersama tim medis dari datang ke lokasi kejadian. Dan dari hasil pemeriksaan oleh dokter Puskesmas I Kerambitan, dr. AA Ngurah Agus Tanaya Indrawan, tidak ditemukan luka maupun bengkak pada tubuh korban. Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu Nyoman Subagia membenarkan peristiwa tersebut. “Kemungkinan korban meninggal akibat kelelahan setelah bekerja membajak sawah miliknya menggunakan traktor,” ungkapnya.
 
Menurutnya, atas kejadian tersebut, pihak keluarga dari korban menerima dengan ikhlas perisitwa itu dan menolak untuk dilakukan otopsi.