Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gathering dan Exhebition Difable Artwork

Bali Tribune / Gathering dan Exhebition Difable Artwork (ist)
balitribune.co.id | Denpasar - Setiap manusia terlahir dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Tak terkecuali juga para difabel. Dibalik kekurangan yang dimiliki, para difabel  juga memiliki kelebihan yang tak kalah dengan orang-orang normal pada umumnya.
 
Membuktikan hal itu, para difabel menyelenggarakan Gathering dan Exhebition Difable Artwork. Melalui acara ini, mereka ingin memperkenalkan kelebihan dan bakat mereka ke banyak orang. Para difabel ini ingin orang-orang bisa melihat secara langsung bakat dan kelebihannya. Mereka berharap, kelak bisa mendapatkan penghasilan dari bakat dan kelebihan mereka masing-masing agar tidak terus-terusan tergantung pada orangtua maupun orang lain.
 
Kalau kalian penasaran, datanglah ke Resto Anjani di Jl Danau Tamblingan 31 Sanur pada 20 November 2022. Acara berlangsung mulai jam 3 – 6 sore.
 
Kami tunggu kedatangan kalian!
wartawan
RED
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.