Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Imbas Corona, Tradisi Menikah Massal di Pengotan Diundur

Bali Tribune/ Tradisi menikah massal di Desa Pengotan
Balitribune.co.id | Bangli - Merebaknya virus corona (Covid-19) berbagai kegiatan keagamaan terpaksa diundur pelaksanaanya. Termasuk salah satunya tradisi menikah massal di Desa Pakraman Pengotan, Kecamatan Bangli.
 
Rencananya menikah massal dilaksanakan pada 29 Maret mendatang. Namun melihat kondisi saat ini, terpaksa nikah massal yang direncanakan diikuti 15 pasang mempelai itu ditunda.
 
Bendesa Adat Pengotan, Jro Wayan Kopok mengatakan, tradisi menikah massal biasa dilaksanakan pada sasih kedasa.  Untuk tahun ini menikah massal direncanakan pada 29 Maret. Menurut Jro Kopok ada 15 pasang mempelai yang akan mengikuti nikah massal tersebut. Asal dari pasangan calon tidak hanya dari Bangli saja namun ada dari Karangasem, Buleleng, Gianyar.
 
Sebut Jro Kopok, tidak bisa dipungkiri  dalam pelaksanaannya  akan melibatkan banyak orang. Dalam pelaksanaan nikah massal banyak interaksi masyarakat sedangkan di salah satu sisi ada edaran Gubernur terkait  pembatasan kegiatan keramaian, maka dari itu para prajuru mengambil langkah melaksanakan paruman. Dalam paruman tersebut disepakati untuk pelaksanaan nikah massal ditunda sementara waktu.
 
“Menindaklanjuti edaran dari Gubernur Bali, maka kami prajuru dan krama memutuskan untuk menunda pelaksanaan upacara nikah massal,” tegasnya.
 
Disinggung terkait tanggapan dari pihak para calon mempelai, menurut Jro Kopok, pihaknya sudah memberikan informasi kepada seluruh krama sehingga krama sepaham untuk menunda acara ini. “Kami sudah jelaskan dan pihak keluarga tidak berkeberatan,” imbuhnya.
 
Sementara itu kapan akan dilaksanakan kembali nikah massal ini, Jro Kopok mengatakan dimungkinkan setelah sasih kedasa ada hari baik untuk upacara perkawinan.
 
Sementara pasangan calon suami istri yang akan melangsungkan pernikahan berasal dari seluruh 8 banjar di Desa Pengotan, yakni Banjar Padpadan, Banjar Penyebeh, Banjar Besenge, Banjar Yoh, Banjar Delod Umah, Banjar Tiying Desa, Banjar Dajan Umah, dan Banjar Sunting.
 
Lantas disinggung terkait  prosesi menikah massal, rangkaian  diawali dengan melaksanakan Sangkepan Nganten di Jaba Pura Penataran Agung, Desa Pakraman Pengotan. Setelah sangkepan tersebut, dilanjutkan dengan penyampaian hasil pesangkepan kepada seluruh krama.
 
“Hasilnya disampaikan kepada krama, seperti siapa-siapa saja pasangan yang akan mengikuti upacara perkawinan massal. Acara selanjutnya adalah mempersiapkan sarana upacara, termasuk nampah (menyembelih) sapi yang dibeli dari urunan para calon pengantin,” jelasnya.
 
Kemudian setelah daging sapi diolah, selanjutnya munggah (ditelatakkan) di Bale Agung. Selain urunan beli sapi, para pasangan calon pengantin juga wajib membawa nasi empat rontong atau setara 10 kilogram. “Dibuatkan kawisan, sesuai jumlah krama kepala keluarga (KK) pengarep,” kata Jro Kopok.
 
Setelah  persiapan rampung, barulah pasangan calon pengantin dipanggil untuk mengikuti acara pokok, yakni menikah massal. Mereka harus berbaris menuju Pura Penataran Agung untuk mengikuti rangkaian prosesi mulai dari Nista Mandala Pura. Terakhir, pasangan calon pengantin duduk di Bale Nganten, Pura Penataran Agung.
 
Selanjutnya, semua duduk berjejer dalam dua baris, di mana pasangan calon dalam posisi saling berhadapan. Dalam prosesi nikah massal, para mempelai nginang (makan sirih) bersama sebagai pertanda sudah memasuki usai lebih tua. Kemudian, mempelai perempuan ngunggahan damar kurung, yang dimaksudkan untuk memohon tuntunan dari Ida Sang Hyang Widhi, agar pasangan baru ini mampu menjalani kehidupan berumah tangga.
 
Proses upcara yang terakhir yakni pasangan mempelai mepamit di Sanggar Agung, sebagai tanda berakhirnya rangkaian prosesi upacara nikah massal.
wartawan
Agung Samudra
Category

Menjaga Nafas Laut Bali, Harapan Baru dari Pelepasan Tukik di Pantai Sanur

balitribune.co.id | Denpasar - Sebagai upaya pelestarian lingkungan di sepanjang Pantai Sanur, Denpasar, pengelola akomodasi wisata bersama puluhan wisatawan turut terlibat dalam pelepasan tukit ke habitatnya dan bersih-bersih pantai dimulai dari Puri Santrian hingga Pura Tanjung Sari Sanur, Kamis (21/4/2026). Kegiatan bersih-bersih pantai ini berhasil mengumpulkan sebanyak 20 karung sampah plastik. 

Baca Selengkapnya icon click

TVRI Meriahkan Piala Dunia 2026 dengan Program Nonton Bareng Bola Gembira

balitribune.co.id | Jakarta - Antusiasme masyarakat dalam menyambut Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung kurang dari dua bulan lagi kian terasa di berbagai penjuru Indonesia. Menjawab antusiasme tersebut, TVRI sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 siap menghadirkan euforia dari pesta sepak bola terbesar ini ke seluruh lapisan masyarakat melalui kampanye Bola Gembira.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Petani Muda Kembangkan Usaha Lewat Aplikasi BRImo

balitribune.co.id | Tabanan - Generasi muda, khususnya perempuan, mulai menunjukkan bahwa bertani bukan lagi pekerjaan yang dipandang sebelah mata, melainkan pilihan hidup yang menjanjikan dan relevan dengan perkembangan zaman. Hal itu tergambar dari kisah Ni Putu Meilanie Ary Sandi (22), seorang petani muda yang memilih melanjutkan jejak sang ayah.

Baca Selengkapnya icon click

Promo Spesial Hari Kartini, Astra Motor Bali Hadirkan Paket Service CVT Hemat untuk Konsumen Wanita

balitribune.co.id | Denpasar – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Astra Motor Bali menghadirkan promo spesial yang ditujukan khusus bagi konsumen wanita melalui program Paket Service CVT hemat di seluruh jaringan AHASS Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Astra Motor Bali dan Duta SMANBARA Edukasi Safety Riding di SMPN 2 Banjar

balitribune.co.id | Singaraja – Astra Motor Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara melalui kegiatan edukasi safety riding yang kali ini menggandeng Duta Safety Riding SMANBARA. Kegiatan ini dilaksanakan di SMPN 2 Banjar dan diikuti oleh sekitar 150 siswa dengan penuh antusias pada Jumat (17/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Tukar Guling Mangrove PT BTID "Abu-abu", DPRD Bali Temukan Kejanggalan

balitribune.co.id | Denpasar - Polemik tukar guling lahan mangrove di kawasan Tahura Ngurah Rai kembali mencuat. Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mengaku menemukan kejanggalan serius terkait klaim ketersediaan lahan pengganti oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID), pengelola kawasan Kura-Kura Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.