Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kamis Ini, Badung Mulai Vaksinasi di Luar Zona Hijau, Target Tuntas Sebelum Galungan, Sasar Kuta dan Kuta Selatan

Bali Tribune/ ZONA HIJAU - Wabup Suiasa saat memantau pelaksanaan vaksinasi di zona hijau beberapa waktu yang lalu.
balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen menuntaskan pelaksanaan vaksinasi di wilayahnya khususnya di daerah pariwisata. Setelah sukses pelaksanaan vaksinasi pada zona hijau, akan dilanjutkan pelaksanaan vaksinasi di luar zona hijau. Bahkan, mulai hari Kamis ini, vaksinasi dilaksanakan di luar zona hijau yang meliputi Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan. 
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Kadis Kesehatan dr I Nyoman Gunarta dan Kabag Humas Made Suardita di Rumah Jabatan Wakil Bupati Puspem Badung, Rabu (7/4/2021).
 
Lebih lanjut Wabup Suiasa menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi fase kedua ini diprioritaskan menyasar para pelaku pariwisata, petugas publik dan lansia. Untuk menyukseskan pelaksanaan Pemkab Badung akan melibatkan 56 tim dan ditargetkan tuntas sebelum Galungan. “Target kami sebelum Galungan sudah tuntas,” tegasnya.
 
Suiasa mengatakan, untuk di Kuta akan diterjunkan 26 tim dan di Kuta Selatan 30 tim yang merupakan kolaborasi petugas vaksinator dari Puskesmas, RS Mangusada, Fakultas Keperawatan dan Kedokteran Unud, Stikes Bina Usada, Stikes Mandiri Mumbul Nusa Dua. Untuk jumlah sasaran dikatakan sekitar 68 ribu terdiri dari 51 ribu di wilayah Kuta dan 17 ribu di wilayah Kuta Selatan. 
 
“Untuk wilayah Kuta Selatan menyasar desa di luar zona hijau yang meliputi Desa Ungasan, Kutuh dan Pecatu. Sedangkan di Kuta meliputi 5 kelurahan yakni Seminyak, Legian, Kuta, Tuban dan Kedonganan,” ujarnya.
 
Untuk menyukseskan pelaksanaan vaksinasi ini Suiasa mengajak kerjasama dan sinergitas seluruh perangkat daerah terkait, perbekel, lurah, kelian dinas, kepala lingkungan tempat dilaksanakannya vaksinasi. Hal ini guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. “Kita harus selalu siap untuk bergerak dan mengimbau kepada masyarakat kalau vaksinasi akan dilaksanakan. Inilah yang harus kita skemakan bersama agar saat dilakukan vaksinasi tidak terjadi kesalahpahaman serta penumpukan saat vaksinasi," katanya, seraya mengharapkan kerjasama perbekel, lurah, kelian dinas dan kaling dalam menyiapkan tempat yang representatif untuk kelancaran vaksinasi.
 
Untuk kelancaran kegiatan ini dikatakan juga petugas data dan pencatat kesehatan sudah disiapkan. Demikian pula dengan jaringan internetnya sudah dikoordinasikan dengan Dinas Kominfo agar jaringan internet di lokasi vaksinasi tersebut diperkuat dan diprioritaskan supaya pelaksanaan vaksin dapat terlaksana tertib dan lancar.
 
Suiasa melanjutkan untuk pencapaian zona hijau merupakan harapan bersama. Karena dengan telah divaksinnya seluruh masyarakat Kuta dan Kuta Selatan yang merupakan kawasan pariwisata dan Badung umumnya, tentunya akan memberi kepercayaan diri kepada masyarakat.
 
“Apalagi dalam menyambut pembukaan pariwisata sesuai yang ditargetkan oleh Bapak Presiden pada Juni-Juli mendatang,” pungkasnya.  
wartawan
I Made Darna
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.