Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

KK Miskin Tidak Mampu Bayar Rastra

Beras rastra
MENUMPUK - Beras rastra hingga kini masih banyak yang menumpuk dan mengendap dikantor lurah dan perbekel lantaran tidak sanggup dibayar oleh penerimanya.

BALI TRIBUNE - Setelah sempat mengalami keterlambatan droping ke masing-masing desa hingga empat bulan pada awal tahun, rastra (beras sejahtera) yang telah tersalurkan bertahap sejak beberapa bulan lalu kini banyak yang belum terealisasi.

Bahkan hingga kini di sejumlah kantor lurah dan perbekel Jembrana beras yang sebelumnya dikenal dengan nama raskin (beras miskin) itu masih tampak menumpuk karena para keluarga peneriman manfaat (KPM) yang sebelumnya disebut sebagai rumah tangga sasaran (RTS) sangat sedikik yang mengambilnya.

Seperti yang dijumpai di Kantor Perbekel Mendoyo Dangin Tukad, Mendoyo. Puluhan karung yang disalurkan oleh Perum Bulog tersebut masih menumpuk disalah satu pojokan kantor perbekel setempat. Dari informasi yang diperoleh dari perangkat desa setempat, Senin (17/7), diketahui puluhan karung beras ratra yang masing-masing isinya 15 kg per karungnya itu belum terealisasinya lantaran warga miskin yang berhak membelinya dengan harga Rp 1.600 perkilogramnya itu hingga kini belum mampu ditebus. Para KPM setiap bulannya berhak membeli rastra tersebut sebanyak 16 kg.

Perbekel Mendoyo Dangin Tukad, Gusti Agung Kade Bambang Sumitra dikonfirmasi Senin kemarin membenarkan masih menumpuknya rastra dikantornya tersebut bahkan hingga mencapai beberapa kwintal. Menurutnya warga yang berhak menerima satra tersebut belum bisa membayar jatahnya sehingga beras Bulog itu belum bisa diambil. Ia mengaku perangkat desa setempat telah berusaha jemput bola menjajagi para penerima yang belum mengabil jatah ratranya tersebut. “Tidak hanya terkendala pada penyalurannya, kami didesa juga harus harus membayar cash di Bulog setiap bulannya Rp 24 ribu per karungnya,” keluhnya.

Ia mengungkapkan sebelumnya realisasi raskin pada tahun lalu cukup lancar namun menurutnya karena droping dari Bulog sempat mengalami keterlambatan hingga lebih dari empat bulan dari Januari sehingga warga kini tidak mampu untuk  membayar semua jatah beras satra yang harus dibeli tersebut. "Ada warga kami sampai 3 bulan atau dari bulan April belum mampu membayar berasnya dan katanya menunggu punya uang" uangkapnya. Kini didesanya terdapat 79 KPM dan kini yang belum diambil dan menumpuk mencapai puluhan kampil. Jika sebelumnya penyalurannya sempat dilakukan dimasing-maqsing banjar namun menyikapi adanya beberapa kendala tersebut, ia mengaku pihak perangkat desa setempat melakukan kebijakan titik penyaluran di kantor perbekel.

Perangkat desa setempat juga dikatakannya kini masih mencari solusi agar beras tersebut tidak menumpuk di kantor desa. Karena jika beras itu dibiarkan terlalu lama menumpuk di kantor perbekel, kualitas beras akan menurun sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Pihaknya memastikan apabila beras yang menumpuk dan belum sanggup diambil oleh para penerimanya itu kualitasnya rusak karena terlalu lama mengendap, pihaknya akan melaporkannya ke pihak Bulog, "Ya biasanya kalau Bulog jika dikomplin kalau tidak sesuai standar akan diganti," tegasnya.

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Sengketa Tanah Subak Kerdung, Kuasa Hukum Sebut Putusan MA Bukan Soal Kepemilikan

balitribune.co.id | Denpasar - Sengketa tanah di Subak Kerdung, Pedungan, Denpasar, kian memanas di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Tim Kuasa Hukum terdakwa Anak Agung Ngurah Darmawan menegaskan bahwa putusan perkara perdata hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA) tidak dapat dijadikan acuan untuk menentukan pemilik sah atas objek tanah yang kini masuk dalam perkara pidana Nomor 845/Pid.B/2026/PN Dps.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

New Honda Stylo 160 Semakin Fashionable dengan Pilihan Warna Baru

balitribune.co.id | Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) hadirkan pilihan warna terbaru pada skutik favorit premium fashionable, New Honda Stylo 160. Penyegaran pada skutik bergaya retro dan powerful ini hadir dengan pilihan warna baru Glam Grey serta Royal Violet yang siap mencuri perhatian saat menjalani mobilitas produktif harian dan bergaya di akhir pekan.

Baca Selengkapnya icon click

Usai Curi Brankas Senilai Rp500 Juta, Pelaku Nekat Bakar Rumah Ipar

balitribune.co.id | Tabanan - Misteri kebakaran rumah di Gang Jambu, Banjar Taman Sari Anyar, Desa Banjar Anyar, Kediri, Rabu (16/9/2026) lalu akhirnya terungkap. Kebakaran tersebut sengaja dipicu oleh AR (45), pedagang yang juga merupakan adik ipar korban, demi menutupi aksi pencurian brankas senilai Rp500 juta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.