Komitmen RS Berskala Internasional Jadikan Sanur Destinasi "Medical Tourism" | Bali Tribune
Bali Tribune, Jumat 27 Januari 2023
Diposting : 23 January 2023 20:49
ARW - Bali Tribune
Bali Tribune / (Ki-ka) Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, IB Sidharta Putra, Wakil Gubenur Bali, Prof.Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dan dr Mira Dyah Wahyuni, MARS., selaku Direktur Utama, PT. Pertamedika-Indonesia Healthcare Corporation (IHC).
balitribune.co.id | Denpasar - Hampir 2 juta orang Indonesia bepergian ke luar negeri untuk tujuan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan berkelanjutan lainnya seperti kanker dan aestethic di tahun 2019. Akibatnya, diperkirakan Indonesia kehilangan Rp 97,6 T setahun dari sektor kesehatan ini. Padahal Indonesia memiliki peran penting di Asia dengan prediksi pengembangan ekonomi yang pesat, membuka peluang untuk bersaing dan memiliki infastuktur serta nilai tambah salah satunya dibidang kesehatan ini.
 
"Melalui pemikiran dan inisiatif lantas pemerintah Indonesia melalui BUMN  secara serius berinovasi membangun fasilitas bertaraf International dengan teknologi, spesialisasi serta didukung oleh sistem dan sumber daya manusia kesehatankandal," ujar dr Mira Dyah Wahyuni, MARS., selaku Direktur Utama, PT. Pertamedika-Indonesia Healthcare Corporation (IHC), saat hadir bersama Wakil Gubenur Bali, Prof.Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, IB Sidharta Putra dalam talkshow "Challenges & Opportunities of Indonesia's medical Tourism" di Puri Santrian Sanur, Denpasar, Senin (23/1). 
 
Seperti diketahui, PT Pertamina Bina Medika – Indonesia Healthcare Corporation (IHC) bersama dengan Mayo Clinic merancang desain bangun, tata kelola dan budaya, layanan medis dan quality assurance dengan tujuan untuk memposisikan kualitas, keamanan, dan pengalaman pasien pada standar internasional tertinggi-dengan demikian diharapkan orang Indonesia tidak perlu lagi keluar negri untuk berobat.
 
"Hadirnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seluas 40 hektar untuk kesehatan yang pertama di Sanur, Bali juga merevitalisasi hotel bersejarah yang dibangun oleh Ir. Soekarno dan menyatu dengan etno botanical garden, menjadi tonggak pembangunan Sanur yang sudah terkenal sejak beberapa dekade sebagai destinasi wisata sarat dengan budaya dan sejarah menjadi pilihan lokasi yang tepat," sebut dr. Mira. Pembangunan rumah sakit yang dikerjasamakan dengan  Mayo Clinic dr. Mira, mengharapkan selesai pada akhir 2023 dan beroperasi penuh pada awal tahun 2024, sambungnya.
 
Berdiri di atas lahan seluas 5,0 Ha (dengan luas bangunan sekitar 60.000 M2 di empat lantai) yang dikelilingi oleh landscape tanaman tropis, pengembangan Bali International Hospital (BIH) merencanakan 250 tempat tidur rawat inap, dengan 6 pusat unggulan kelas dunia, terutama di sektor Cardiology, Oncology, Neurology, untuk manajemen penyakit kritis. Selain itu, Gastro-Hepato (Gastroenterology), Orthopaedic serta Medical check up akan menjadi spesialisasi medis yang sepenuhnya terintegrasi ke dalam Rumah Sakit ini.
 
"KEK Kesehatan ini kelak bukan hanya menawarkan 'Medical Tourism' namun juga dapat menjadi tujuan untuk 'wisata wellness' sehingga Bali akan memiliki 'Health Tourism' yang komphrehensif," pungkasnya.
 
Mayo Clinic merupakan rumah sakit terbaik dunia (sejak publikasi daftar Global Newsweek & Statista Inc. pertama pada tahun 2019), rumah sakit terbaik AS selama tujuh tahun berturut-turut, serta peringkat teratas dalam empat belas spesialisasi (US News & World Report). Mayo Clinic adalah lembaga perawatan kesehatan terkemuka di dunia, yang menonjol karena keunggulannya yang konsisten, termasuk dokter yang terkemuka, perawatan keperawatan terbaik, dan teknologi canggih.
 
Mengambil inspirasi Sanur dari asal kata “Sahar Nuhur” atau “silahkan datang” dan dimana wilayah desa Intaran (diambil dari banyaknya tumbuhan perdu Intaran) dulunya banyak dipakai untuk pengobatan serta Sanur yang juga dikenal sebagai “the sunrise of Bali” menjadikan Sanur istimewa sebagai destinasi Kesehatan.
 
Rumah Sakit Internasional Bali berkomitmen untuk menempatkan dan menumbuhkan reputasi Bali sebagai destinasi medical tourism terkemuka di Indonesia. Perusahaan berharap dapat terus dipercaya dan mendapatkan dukungan penuh baik dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat sehingga dapat mencapai tujuan bangsa  yakni membawa potensi Indonesia melalui Bali.
 
“Pada akhirnya, rumah sakit internasional ini menjadi kebanggaan dan semakin berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan daerah. Ini bagian dari komitment badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk Indonesia,” pungkas dr. Mira.