Diposting : 28 March 2020 08:26
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Bali Tribune/ Kulkul Pejenengan Puri Klungkung
balitribune.co.id | Semarapura - Santernya informasi bahwa Kulkul Pejenengan Puri Klungkung mesuara (berbunyi) beredar luas di media sosial dan mendapatkan pendapat beragam dari Nitizen. Ketika hal ini dkonfirmasikan kepada Ide Dalem Semaraputra, ia merujuk kepada warga yang kebetulan mendengarkan Kulkul Pejenengan  Puri Klungkung tersebut bersuara tanpa dipukul orang.
 
Penglingsir Puri Klungkung yang abiseka ratu Dalem penerus Kerajaan Klungkung Ide Dalem Semaraputra ini menuturkan jika kondisi seperti yang beredar saat ini bahwa Pejenengan Puri Klungkung mesuara, menurut dirinya hal itu pertanda  datangnya bahaya wabah seperti saat ini melanda negeri kita.
 
”Untuk itu kita meminta warga Klungkung untuk memasang tanda pinget daun pandan 3 biji, dan tabia (cabai), bawang, pis bolong satu biji, dan semuanya diikat dengan  benang tri datu, yang  dipasang di depan pintu gerbang masuk pekarangan serta jangan lupa diisi tapak (colek pamor red) dara dari kapur,” ujar penglingsir Puri Klungkung ini mengingatkan.
 
Ide Dalem Semaraputra menambahkan, mesuaranya kentongan Pejenengan Puri Klungkung  ini sebagai pertanda akan adanya peringatan  adanya datangnya suatu bencana yang harus diwaspadai dan kita Umat dan warga Klungkung wajib meminimalisir untuk menolak bala (wabah penyakit red) yang datang, sebutnya.
 
Sementara itu dari kaca mata pemerhati sastra dan lontar Bali, I Dewa Ketut  Soma ketika mengamati fenomena adanya suara kulkul pejenengan puri itu  mesuare menurutnya itu sebagai pertanda suara kulkul magis. Hal itu ada hubungan historis antara ide Dewagung bhatara dalem dengan Ida bhatara sakti tolangkir dan ida dalem Ped di nusa Penida.
 
“Bila ada kebrebehan, grubug dan sejenisnya, kulkul pejenengan ini akan bersuara gaib, tanpa ada yang memukulnya, itu pertanda agar umatNya selalu eling waspada akan sebuah marabahaya. Dengan situasi seperti  itu, kita diingatkan untuk selalu  waspada, perbanyak doa dan melakukan ritual kecil sesuai petunjuk beliau Huyang Kuasa,” ujarnya.
 
Lebih jauh tokoh Desa Satra ini menuturkan dengan bijak,  secara sekala kita ikuti instruksi pemerintah untuk diam di rumah kurangi aktivitas yang melibatkan masyarakat banyak, tunda kegiatan yang berskala besar, dan sejenisnya sebagai imflentasi memutus mata rantai penyebaran Wabah Corona Virus covid 19 ini,tambahnya.