Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Lestarikan Tradisi Lokal Masyarakat Jembrana, Lomba Burung Merpati Terbang Tinggi "Jembrana Cup" Kembali Digelar

LOMBA BURUNG - Untuk melestarikan tardisi lokal mayarakat Jembrana, Pemkab Jembrana kembali menggelar Lomba Burung Merpati Terbang Tinggi "Jembrana Cup" Minggu (21/10) di Lapangan Dauhwaru, Jembrana.

BALI TRIBUNE - Setelah sukses menyelenggarakan Bupati Jembrana Cup pada peringatan HUT Kota Negara ke 123 Agustus lalu, untuk melesatarikan tradisi khas Bumi Makepung, Pemkab Jembrana Minggu (21/10) besok kembali menggelar Lomba Burung Merpati Tinggi Berpasangan Jembrana Cup 2018. Para penggemar burung khususnya dari pecinta burung merpati (sekha dara) yang ada di Jembrana antusias untuk mengikuti perlombaan burung tradisional yang dilestarikan secara turun temurun ini. Salah seorang pengurus Sekha Dara, I Made Sumertha Utama menuturkan sejarah daiadakannya Lomba Burung Merpati Tinggi Berapsangan ini berawal dari adanya arisan dedara (burung merpati) yakni sekitar tahun 1960. Menurutnya berdasarkan cerita dari para tetua arisn burung tersebut tradisi arian burung ini sangat berkaitan dengan tardisi agraris masyarakat Jembrana. Diawal kemunculannya hanya dilakukan oleh 10 orang saja yang berasal dari Desa Air Kuning, Menega, Baluk, Peh dan Candikusuma. “Burung dara ini dipelihara tanpa harus disangkar, bisanya cari makannya di gelebeg (lumbung padi), akhirnya ada ide dari tetua kita untuk dilombakan, dulu namanya arisan dedara.” ungkapnya. Perlombaan ini dulunya dilakukan saat musim panen padi disekitar areal persawahan masing-masing anggota sekha dara secara bergilir. Bahkan saat itu arisan dedara hanya memperebutkan hadiah berupa jajanan Bali seperti belukbuk, bantal dan gintil. Menurutnya arisan burung ini dijadikan perlombaan resmi sekitar tahun 1990. “Hobby ini keturunan dari buyut saya, jadi bisa dibilang ini tradisi turun temurun” ujarnya. Bahakan menurutnya tradisi arisan dedara ini hanya ada di Jembrana saja. Selain karena jenis burung merpati yang ada di Jembrana berbeda dengan merpati didaerah lain juga lomba ini memiliki keunikan tersendiri. “Kalau diluar Jembrana itu diikuti banyak burung tapi di Jembrana sekali lepas hanya diikuti dua ekor burung (jantan dan betina) berpasangan yang dilepas sesuai warna bulunya. Burungnya juga sudah dilatih dari kecil” jelasnya. Setelah dilepas, burung merpati peserta lomba tidak akan kembali kelokasi perlombaan melainkan pulang kerumah masing-masing. “Durasi penilaiannya 12 menit dan harus ada didalam jangkuan penilai (acal-acal), ada 4 saya (juri) masing-masing 2 saya cingak (yang menilai ketinggian) dan 2 saya tumpeng (yang menentukan juara). Dari ketinggiannya ada tinggkatannya, paling terendah disebut Gilik (ekor tidak kelihatan, selanjutnya Lancep( kelihatan runcing), buntut, bunter, nyelehseh dan tertinggi pegat menek” sebutnya. Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Jembrana, I Nengah Alit didampingi Kepala Bidang Pariwisata, I Nyoman Wenten mengatakan di Jembrana terdapat ratusan pecinta burung merpati (sekha daara). Ia mengaku Bupati Jembrana, I Putu Artha dan Wakil Bupati Jembrana secara rutin menggelar perlombaan tradisonal khas Jembrana ini, “setahun 2 kali, ada Bupati Cup dan sekarang Jembrana Cup. Ini sebagai bentuk pelestarian terhadap tradisi masyarakat Jembrana” ujarnya.   Dipertahankannya lomba burung merpati terbang tinggi berpasangan ini karena dalam pelaksanaannya tetap menggunakan ciri khas tradisi lokal seperti stop wacth menggunakan ceeng (tempurung kelapa) diisi air, alat penilai menggunakan acal-acal dan kulkul (ketongan) serta istilah-itilah lokal.  Dalam perlombaan burung merpati terbang tinggi berpasangan Jembrana Cup 2018 ini akan dipertandingkan 2 kategori yakni kelas mores dan kelas polos dengan memperebutkan hadiah total Rp 13,5 juta. 

wartawan
Putu Agus Mahendra

DPRD Badung Dorong Pembinaan Paskibraka, I Made Rai Wirata Hadiri Pengarahan Jelang HUT RI

balitribune.co.id | Mangupura – Dukungan terhadap pembinaan generasi muda terus mendapat perhatian DPRD Kabupaten Badung. Hal itu ditunjukkan anggota DPRD Badung, I Made Rai Wirata, yang menghadiri kegiatan pengarahan Paskibraka Kabupaten Badung dan Paskibraka Kecamatan se-Kabupaten Badung di Lapangan Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala, Sabtu (8/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Salah Pilih Sejak Awal? Kenali Dulu Sumber Susu Sebelum Memilih Susu Formula Anak

baloitribune.co.id | Jakarta - Saat memilih susu formula anak, orang tua semakin terbiasa memperhatikan klaim pada label kemasan serta kandungan seperti AA dan DHA, protein, vitamin, mineral, hingga gula tambahan. Namun, satu hal yang belum banyak dicermati adalah dari mana sumber susu yang digunakan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

HUT ke-15 Jamkrida Bali Luncurkan Logo Baru dan Tegaskan Langkah "Go Nasional"

balitribune.co.id | Denpasar - PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) atau Jamkrida Bali merayakan puncak hari jadinya yang ke-15 tahun sekaligus resmi melakukan rebranding dengan meluncurkan logo baru perusahaan. Peluncuran ini digelar dalam acara bertajuk "ELEVATE 15: Transformasi Menuju Nasional" di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya (Art Center), Denpasar, Senin (10/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click

DPRD Tabanan Pertanyakan RDTR Baru Tuntas di 3 Kecamatan

balitribune.co.id I Tabanan -  Jajaran DPRD Tabanan mempertanyakan lambannya proses penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di sembilan kecamatan sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan RTRW.

Pasalnya, hingga saat ini dokumen tata ruang yang tuntas baru mencakup tiga kecamatan, sementara sisanya dinilai mandeg tanpa kejelasan pasti. Tiga wilayah yang sudah memiliki RDTR tersebut meliputi Kecamatan Kediri, Tabanan, dan Selemadeg Barat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

KMP Nusa Jaya Abadi Tak Beroperasi, Kendaraan Tujuan Nusa Penida Antre Hingga 2 Hari

balitribune.co.id I Amlapura - Tidak beroperasinya kapal KMP. Nusa Jaya Abadi atau Kapal Roro berdampak pada aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem. Puluhan kendaraan truk, Pick Up dan kendaraan pribadi harus antre lebih dari dua hari di Pelabuhan Padang Bai, untuk bisa  menyeberang ke Nusa Penida, karena rute penyeberangan Padang Bai-Nusa Penida saat ini hanya dilayani oleh satu kapal yakni Kapal LCT.

Baca Selengkapnya icon click

Ombak Terbaik dan Menantang, Pantai Medewi Jadi Magnet Surfing Dunia

balitribune.co.id | Negara - Deru ombak Samudra Hindia bergulung teratur menghantam pesisir barat Pulau Dewata. Di bawah terik surya, gemuruh air laut berpadu dengan sorak-sorai penonton yang memadati Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan pada Minggu (9/8/2026). Ratusan peselancar dari berbagai penjuru nusantara berkompetisi menaklukan ombak terbaik dan menantang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.