Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Memasuki High Season, Kunjungan Wisatawan ke Karangasem serta Okupansi Hotel Meningkat

Bali Tribune/ HOTEL - Aktivitas di sebuah hotel di Candidasa Karangasem.


balitribune.co.id | Amlapura - Kunjungan wisata ke Kabupaten Karangasem perlahan mulai pulih pasca pandemi Covid-19, selain kondisi pandemi yang sudah mereda, perhelatan G-20 dan kebijakan PPLN dan PPDN kendati masih sedikit ketat, juga membawa dampak positif bagi membaiknya kondisi pariwisata di Bali khususnya di Karangasem.

Ketua PHRI Karangaem I Wayan Kariasa, Rabu (10/8/2022), menyampaikan, saat ini sebagian besar hotel di Karangasem mengalami peningkatan jumlah kunjungan. Dimana tingkat hunian atau Okupansi rata-rata 45 persen. “Rata-rata okupansinya 45 persen, kalau untuk hotel berbintang ada yang okupansinya sampai 75 persen,” sebutnya.

Diakuinya kenaikan jumlah kunjungan wisatawan ke Karangasem ini menunjukan jika kondisi pariwisata di Karangasem berangsur mulai pulih pasca di hantam badai Pandemi Covid-19. Dirinya juga tidak menduga pulihnya pariwiisata di Karangasem bisa berlangsung dengan cepat. “Ini diluar prediksi kita, melihat dampak pandemi kemarin, kita prediksikan pariwisata di Karangasem akan pulih pada Tahun 2023-22024, tapi sekarang berlangsung lebih cepat. Ini bagus sekali dan semoga bisa terus bertahan seperti ini,” ujarnya.

Diebutkannya pula untuk saat ini kunjungan wisatawan ke Karangasem masih didominasi oleh wiisatawan Eropa karena sejak dulu Karangasem memang menjadi primadona bagi wisatawan Eropa. “Masih didominasi wisatawan Eropa, nah rata-rata lama mereka menginap di hotel di Karangasem dua malam ada yang lebih hingga tiga malam,” bebernya.

Diakuinya pula, peningkatan kunjungan wisatawan ini juga karena telah memasuki High Season atau musim liburan di luar negeri, yakni mulai Bulan Agustus hingga Desember. Dan pihaknya berharap kondisi global terus membaik sehingga kunjungan wisatawan ke Bali khususnya ke Karangasem bisa terus mengalamii peningkatan.

Dengan meningkatnya kunjungan wisata ke Karangasem, aktifitas wisata termasuk pelaku wisata di Karangasem diharapkan bisa kembali bergeliat. “Artshop, pelaku jasa angkutan wisata dan lainnya termasuk restoran bisa kembali bergeliat dan berjalan seperti sebelum masa pendemi,” tuntasnya.

wartawan
AGS
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.