Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pasca Covid-19 Wisatawan Asing Cenderung Menghindari Wisata di Keramaian

Bali Tribune / Ketut Swabawa

balitribune.co.id | Badung – Sejak virus Corona menyebar di Bali, ratusan wisatawan asing terutama asal Ukraina terjebak di pulau ini. Mereka tidak bisa kembali ke negaranya karena Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan menghentikan sementara penerbangan dari/luar Indonesia untuk menekan penyebaran Covid-19. 

Hal ini yang membuat ratusan wisatawan asing dari Ukraina tertahan selama 1,5 bulan di Bali. Namun beberapa waktu lalu sekitar 150 orang Ukraina sudah dapat kembali ke negaranya setelah pemerintah setempat mengirimkan pesawat untuk mengangkut mereka. Saat ini sebagian masih berada di Bali menunggu pesawat yang menjemput dari negaranya. Demikian disampaikan K Swabawa, Wakil Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali yang juga Direktur Swaha Hospitality Management kemarin di Badung. 

Dia menuturkan, Ukraina adalah market baru untuk pariwisata Bali yang datang bergrup mulai dari awal 2020 sebelum Covid-19 merebak di Tanah Air. Warga negara dari Eropa Timur tersebut baru-baru ini mulai mengenal Bali. Mereka pun terjebak di Bali berminggu-minggu karena dampak penyebaran wabah global itu. 

"Bali, baru diminati oleh turis Ukraina dari awal 2020 banyak ukraina yang datang ke Bali sampai kena Covid-19. Mereka di Bali seperti bingung banyak ingin balik tapi penerbangan tutup sampai 1,5 bulan hingga kehabisan uang. Mereka menginap di homestay tersebar di Canggu dan Nusa Lembongan," jelasnya.

Kata dia, Pemerintah Bali seharusnya jeli melihat hal ini yang akan menjadi peluang jangka panjang untuk pariwisata Bali. Misalnya dengan mengurus dan menyediakan mereka tempat tinggal dan makan. "Karena ini market baru, mereka tidak sampai mengemis meskipun ada yang kehabisan uang tapi mereka saling membantu. Akhirnya ada juga yang menginap di kamar Rp 50 ribuan per malam," katanya. 

Diceritakan Swabawa, kondisi yang dialami oleh ratusan warga Ukraina saat tertahan di Bali didengar oleh Konsul Kehormatan Ukraina di Bali kemudian berkomunikasi dengan Pemerintah Ukraina. Sehingga pada gelombang pertama, sebagian dari wisatawan Ukraina telah dijemput oleh pemerintahnya. 

"Ukraina ini market baru yang sedang mencicipi Bali karena mereka terjebak di Bali dan dibantu oleh Konsul Kehormatan di Bali akhirnya ini akan menjadi image baik untuk Bali. Yang kita lihat benang merahnya usai Covid-19, Bali akan diminati," ucap Swabawa.

Menurut dia, pascaCovid-19, Bali akan diminati oleh orang-orang yang cenderung mencari tempat jauh dari keramaian. Mengingat Bali memiliki banyak tempat yang bisa dikunjungi oleh wisatawan yang menyukai ketenangan. "Usai Covid-19, ada kecendrungan orang berwisata tidak dicrowded area (ramai) yaitu ke tempat-tempat yang agak berjauhan," katanya.

wartawan
Ayu Eka Agustini

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nutug Karya di Pura Dalem Batununggul, Merawat Bhakti dan Tradisi Warisan Leluhur

balitribune.co.id I Semarapura - Rangkaian upacara piodalan di Pura Dalem, Desa Adat Dalem Setra Batununggul, berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Piodalan yang bertepatan dengan Rahina Buda Kliwon Matal menjadi momentum penting bagi krama dalam melaksanakan kewajiban adat dan keagamaan, Rabu (26/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Harga Ayam Potong Naik, Kini Rp45.000 per Kilogram

balitribune.co.id I Denpasar - Harga daging ayam di pasaran belakangan mengalami kenaikan hingga menyentuh Rp45.000 per kilogram. Normalnya daging ayam berada dikisaran Rp35.000 hingga Rp38.000 per kilogram. Kenaikan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari minimnya populasi ayam siap panen hingga meningkatnya permintaan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.