Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pedansa PON Dikirim Lesson ke Surabaya

Made Suparmi
Made Suparmi

Denpasar, Bali Tribune

Pengprov Ikatan Olahraga Dancersport Indonesia (IODI) Bali berencana mengirim pedansa ke lesson atau pelatihan di Surabaya, Juni mendatang. Lesson dengan menghadirkan instruktur Yowen dari Singapura itu, bertujuan mematangkan skill dan teknik atlet dansa PON Bali.

“Dansa meloloskan 10 atlet ke PON XIX/2016 Jawa Barat, terdiri dari 6 putra dan 4 putri. Mereka Juni nanti kami kirim mengukuti lesson di Surabaya untuk beberapa hari supaya mereka kian matang sebelum bertanding di PON Jawa Barat,” ujar Ketua Umum IODI Bali, Made Suparmi.

Ditemui seusai pembukaan Kejurnas Dansa Remaja V, di GOR Lila Bhuana Denpasar, Sabtu (28/5), Suparmi mengatakan lesson sangat banyak membantu performa atletnya. Terbukti ketika lesson pertama yang diikuti para pedansanya, di Yogyakarta, hasilnya mampu berbicara di berbagai kejuaraan.

Selain lesson di Surabaya, Jawa Timur, pedansa PON Bali juga bakal diikutsertakan dalam berbagai kejuaraan, termasuk pada kejuaraan di Bali tersebut. Suparmi berharap dengan jam terbang yang cukup bagus, nantinya cabor dansa mampu berkontribusi medali bagi kontingen Bali di PON Jabar mendatang.

Kejurnas Dansa Remaja V dibuka Wagub Ketut Sudikerta, yang berharap dansa Bali mampu meraih medali di Jawa Barat. Sudikerta mengakui kualitas dansa Bali tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia, dan peluang mempersembahkan medali di PON nanti sangat terbuka.

Kejurnas diikuti 273 pedansa dari Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara dan Bali selaku tuan rumah, yang juga menurunkan beberapa pedansa yang dipersiapkan menghadapi PON Jabar September nanti.

“Kebetulan ada dua pedansa kami yang usianya masih kategori remaja, yakni Bagus Taka Mahendradana dan Yunia Lestari Dewi, sehingga kami turunkan di kejurnas ini,” ujar Made Suparmi sembari berharap kedua pedansanya itu mampu tampil memukau dewan juri sehingga keluar sebagai juara di kelasnya.

Sedangkan Wagub Sudikerta mengatakan perkembangan dancersport di Pulau Dewata kian membanggakan, bahkan mampu berprestasi di tingkat nasional dan international. “Harapan saya cabor dansa Bali bisa meraih medali di PON Jabar,” sambungnya.

wartawan
Djoko Purnomo
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.