Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Respon Diskes Soal Catatan Komisi IV Soal Layanan UGD 12 Jam di 5 Puskesmas

Bali Tribune / Kepala Diskes Tabanan, dr Ida Bagus Surya Wira Andi.

balitribune.co.id | Tabanan – Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan merespon hasil temuan Komisi IV DPRD Tabanan terhadap layanan unit gawat darurat (UGD) 12 jam di lima puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) baru-baru ini.

Seperti diungkapkan Kepala Diskes Tabanan, dr Ida Bagus Surya Wira Andi, temuan Komisi IV DPRD Tabanan itu akan dilengkapi secara bertahap. Mulai dari kebutuhan SDM (sumber daya manusia) seperti tenaga medis, paramedis, maupun tenaga penunjang.

Begitu juga dengan kebutuhan terhadap sarana prasarana yang menunjang jalannya pelayanan UGD di tingkat puskesmas tersebut. “Kekurangan SDM, saya rasa semua faskes (fasilitas kesehatan) di Indonesia mengalami hal yang sama. Apalagi di Tabanan yang sedang berusaha meningkatkan jam layanan,” ujar Wira Andi, belum lama ini.

Kendati demikian, ia memastikan hal-hal yang diperlukan untuk mendukung jalannya layanan UGD 12 jam ini akan dipenuhi secara bertahap. “Dan, itu sudah kami data dan sampaikan ke Komisi IV agar bisa direkomendasi kepada pimpinan kami. Bupati,” sebutnya.

Misalnya, sambung Wira Andi, dalam hal rekrutmen tenaga penunjang seperti tenaga medis, paramedis, serta tenaga penunjang. “Punapi (entah bagaimana) caranya agar bisa melakukan rekrutmen untuk memenuhi kebutuhan tenaga tersebut,” imbuh Wira Andi.

Hitung-hitungan pihaknya, dengan adanya layanan UGD di tingkat Puskesmas, dalam satu sift diperlukan minimal empat orang tenaga untuk berjaga. Sekarang dengan adanya penambahan lagi dua sift, paling tidak diperlukan sekitar 15 sampai 20 orang tenaga. “Itu idealnya untuk (layanan) 24 jam. (Ini akan dipenuhi) secara bertahap,” jelasnya.

Sedangkan untuk penunjang seperti fisik bangunan, menurutnya, rata-rata lima Puskesmas yang menyediakan layanan UGD 12 jam sudah memiliki semuanya. Bahkan, salah satu Puskesmas hendak dilengkapi dengan layanan rawat inap. “Penambahannya di Puskesmas I Kerambitan. Ruangannya sudah ada. Tinggal menambah SDM saja,” ungkapnya.

Bila keperluan itu telah terpenuhi, pihaknya berharap layanan UGD 12 jam pada lima Puskesmas mulai awal Januari 2025 ini ke depannya bisa dikembangkan menjadi 24 jam. “Karena analisa kami, Tabanan ini kan ada sepuluh kecamatan. Kemarin sudah ada lima Puskesmas yang (UGD) 24 jam. Sekarang kami tambah lima (Puskesmas) yang (UGD) 12 jam. Jadi setiap kecamatan ada layanan UGD. Minimal dari jam delapan pagi sampai jam delapan malam ada faskes yang melayani,” pungkasnya.

wartawan
JIN

Pasokan BBM Mulai Pulih, BI Bali Pastikan Dampak ke Inflasi dan Ekonomi Terbatas

balitribune.co.id | Denpasar - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mengapresiasi langkah cepat Pertamina dan Pemerintah Daerah dalam mempercepat pemulihan pasokan serta distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali. Sinergi antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat guna memastikan kelancaran aktivitas ekonomi serta stabilitas harga barang dan jasa.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Polda Bali Kerahkan Personel Amankan Antrean BBM

balitribune.co.id | Denpasar - Merespons situasi antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU di wilayah Bali, Polda Bali bersama jajaran Polres dan Polsek menerjunkan ratusan personel mengamankan dan mengatur lalulintas di lapangan, Selasa (13/10/2026). Di lapangan personel berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan instansi terkait.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Seribu KK Lebih Terdampak Kekeringan di Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Kekeringan di Jembrana dampaknya semakin dirasakan. Menyusutnya air dari hulu mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami krisis air bersih. Seribu kepala keluarga (KK) lebih beberapa bulan terakhir hanya berharap dari distribusi bantuan air bersih instansi terkait. 

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Tiga Warga Buleleng Meninggal Gara-Gara Rabies, Dinkes Soroti Rendahnya Kesadaran Penanganan Gigitan

balitribune.co.id | Singaraja - Ancaman rabies di Kabupaten Buleleng masih menjadi persoalan serius. Hingga September 2026, kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) tercatat cukup tinggi, dengan tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Minimnya pelaporan setelah gigitan dan ketidakpatuhan menjalani vaksinasi menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng dalam memperkuat upaya pencegahan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pasokan BBM Terbatas, Antrean Panjang Terjadi di SPBU Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jembrana hingga Selasa (13/10/2026). Terbatasnya pasokan membuat BBM bersubsidi jenis Pertalite cepat habis. Bahkan, di sejumlah SPBU, BBM nonsubsidi jenis Pertamax juga kosong.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

BBM Langka, Nelayan Tabanan Tak Bisa Melaut

balitribune.co.id | Tabanan – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Kabupaten Tabanan berdampak serius pada sektor perikanan hingga membuat para nelayan setempat tak bisa melaut.

Kondisi memprihatinkan ini terjadi justru di tengah puncaknya musim panen lobster yang semestinya menjadi ladang rezeki bagi masyarakat pesisir.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.