Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Restrukturisasi Saber Pungli Fokus Pencegahan

rapat
RAPAT - Tim Saber Pungli Jembrana saat melakukan rapat untuk merestrukturisasi organisasi lantaran banyak personel yang dimutasi.

BALI TRIBUNE - Setelah satu tahun dibentuk, Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Jembrana menggelar rapat pengurus, Rabu ( 8/11) di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Jembrana. Salah satu agenda rapat dipimpin Wakapolres Jembrana Kompol Ni Nengah Wismawati selaku Ketua Pelaksana Saber Pungli Kabupaten Jembrana, adalah restrukturisasi di tubuh Tim Saber Pungli Kabupaten Jembrana.

Restrukturisasi dilakukan jajaran tim baik yang berasal dari unsur OPD di lingkup Pemkab Jembrana, Kejaksaan Negeri Jembrana, Polres Jembrana serta Kodim 1617 Jembrana lantaran banyak terjadi mutasi khususnya di unsur pucuk pimpinan, seperti Wakapolres Jembrana sekaligus Ketua Pelaksana Saber Pungli, yang sebelumnya dijabat Kompol Wimboko kepada Kompol Ni Nengah Wismawati yang sebelumnya menjabat Wakapolres Bangli.

Begitupula jabatan Asisten selaku Sekretaris Tim Saber Pungli yang sebelumnya dijabat I Made Sudiada, sejak menjabat sebagai Sekda Jembrana awal tahun ini kini digantikan oleh I Made Wisarjita. Pergantian ini juga terjadi di masing-masing pimpinan pokja sehingga dipandang perlu restrukturisasi kembali sekaligus pengenalan kepada pengurus-pengurus yang baru.

Dalam rapat tersebut dibahas mengenai program kerja pengurus yang baru. Program kerja tim yang dibentuk berdasarkan mandat Presiden Jokowi serta ditetapkan dengan SK Bupati ini, tetap menitik beratkan pada unsur pencegahan dibanding penangkapan.  Unsur pencegahan itu penting sebagai bentuk pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya pungli.

“Kita akan bergerak mengadakan sosialisasi ke kelompok masyarakat maupun profesional. Meskipun meminimalisasi adanya OTT bukan berarti tim saber pungli ini tidak bekerja, karena artinya kelompok kerja (pokja)  pencegahan dan sosialisasi yang dilakukan itu efektif,” ujar Kompol Wismawati.

Wismawati mengaku pihaknya juga menekankan pentingnya pelaporan yang disampaikan masing-masing pokja. Hal ini penting sebagai bagian tertib administrasi sekaligus bagian koordinasi ke tingkat yang lebih tinggi ke Tim Saber Pungli Provinsi Bali.

Dalam rapat tersebut juga disinggung mengenai keberadaan posko. Posko itu nantinya bisa digunakan sebagai tempat berkumpul pengurus dan anggota serta tempat merencanakan program sekaligus evaluasi kegiatan yang sedang berjalan.

“Keberadaan posko saya rasa cukup mendesak untuk memudahkan masing-masing pokja melaksanakan kegiatan. Secepatnya kami akan berkoordinasi dengan Bupati Jembrana agar bisa difasilitasi,” ungkap Kompol Wismawati.

Sementara Asisten I Sekda Jembrana, I Made Wisarjita selaku Sekretaris Tim Saber Pungli Kabupaten Jembrana mengatakan, rapat pengurus kali ini sekaligus untuk peneguhan kembali program-program kerja Tim Saber Pungli Kabupaten Jembrana, mengingat berberapa orang jajaran pengurus merupakan orang baru. Dengan adanya pengurus baru juga diharapkan roda organisasi bisa efektif berjalan melanjutkan program kerja yang telah disusun sebelumnya.

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.