Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ribuan Warga Kapal Ikuti Tradisi Perang Tipat Bantal

Bali Tribune/ PERANG TIPAT - Ribuan warga Desa Adat Kapal saat menggelar perang tipat bantal di depan Pura Desa lan Puseh setempat, Minggu (13/10).
Balitribune.co.id | Mangupura - Tradisi perang tipat bantal berlangsung meriah di depan Pura Desa lan Puseh Desa Adat Kapal, Mengwi, Badung, Minggu (13/10). Ribuan krama lanang-istri (warga laki-perempuan) se-Desa Adat Kapal ambil bagian dalam tradisi tahunan ini. 
 
Krama terbagi menjadi dua kelompok, kemudian mereka saling timpuk (lempar) dengan menggunakan sarana ketupat. Yang menarik, meski terlihat seperti orang tawuran, namun tak satupun dari mereka ada yang marah. Mereka justru bersuka cita saling lempar-lemparan ketupat. Tipat-ketupat yang melayang di udara bahkan tak sedikit menyasar bagian wajah peserta. Bahkan para penonton yang berada di pinggir jalan juga tak luput dari "peluru" nyasar.  
 
Perang tipat bantal ini diawali di areal pura oleh Wabup Badung Ketut Suiasa bersama Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana dan tokoh masyarakat setempat. Mereka saling lempar tipat dan bantal dengan ibu-ibu PKK. Mereka berada di kelompok laki-laki yang melempar bantal sebagai simbul purusa (laki-laki) saling lempar dengan ibu-ibu PKK dengan membawa tipat simbul predana (perempuan). 
 
Kemudian, setelah saling lempar di areal pura, dalam sekejap diikuti oleh warga yang sudah siap "perang" depan pura tepatnya di Jalan Raya Kapal. Dengan iringan gambelan gong bertalu-talu perang ribuan krama yang sudah terbagi menjadi dua kubu ini pun terjadi dengan sarana tipat bantal. 
 
Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana menjelaskan, aci tabuh rah pengangon dilaksanakan setahun sekali bertepatan dengan purnama kapat. Tradisi ini sudah ada sejak dulu dan dilaksanakan pertama kali tahun 1339 Masehi. Tujuan tradisi ini guna memohon kehadapan Ida Bhatara yang berstana di Pura se-Desa Adat Kapal agar menganugerahkan keselamatan dan kesejahteraan bagi krama Desa. 
 
"Tradisi yang digelar setiap tahun ini memohon kemakmuran masyarakat khususnya lahan pertanian," ujarnya. 
 
Ia pun menceritakan, pada saat jagat Bali dipimpin raja Ida Sri Astasura Ratna Bumi Banten. Beliau mengutus patihnya Ki Kebo Taruna/Kebo Iwa datang ke Bali untuk memperbaiki salah satu parhyangan di Bali yakni Pura Purusada di Kapal. Di Kapal, Kebo Iwa melihat sebagian besar rakyat Kapal bertani, dan pada saat itu krama Kapal terserang musibah, musim paceklik. Disitulah Kebo Iwa memohon kehadapan Ida Bhatara yang berstana di Pura Purusada, dan dapat pawisik niskala bahwasanya di Desa Adat Kapal agar melaksanakan upacara sebagai persembahan kepada Sang Hyang Siwa. Persembahan tersebut diwujudkan dengan mempertemukan purusa dan predana disimbulkan tipat dan bantal sehingga lahirlah tradisi aci tabuh rah pengangon. 
"Pertemuan purusa dan predana akan melahirkan kehidupan baru," imbuhnya. 
 
Nah, tradisi inilah yang diwarisi secara temurun oleh masyarakat Kapal sampaj saat ini. Tradisi ini rutin digelar setiap Purnama Kapat.
 
Sementara Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa yang ikut dalam tradisi itu menyambut baik tradisi aci tabuh rah pengangon Desa Adat Kapal. Menurutnya tradisi ini sudah didasari atas ajaran agama, yang dapat dipakai untuk ngejegang taksu Bali. Suiasa mengajak krama untuk menjaga taksu Bali dengan dua hal yaitu meningkatkan ajaran agama dan tradisi yang ada.  
 
"Agama dan tradisi itu sekarang dijaga dengan budaya dan aturan yang ada di adat. Untuk itu tradisi aci tabuh rah pengangon ini kami harapkan dapat berlanjut setiap tahun," jelasnya. 
 
Suiasa melihat dari aci tabuh rah pengangon ada empat tujuannya. Yang pertama untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran, kedua sebagai swadarma ring kahuripan, dengan lahirnya kehidupan baru tersebut, ketiga sebagai simbul kekuatan dan keempat adalah persatuan.
 
Pada kesempatan tersebut Wabup Suiasa juga menyerahkan dana sebesar Rp. 100 juta untuk mendukung kegiatan Aci Tabuh Rah Pengangon yang diterima Bendesa Adat Kapal.  
wartawan
I Made Darna
Category

Wabup Bagus Alit Sucipta Jamin Stabilitas Harga Jelang Nyepi dan Idul Fitri

balitribune.co.id I Mangupura - Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta bersama Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta membuka Pasar Murah dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Umum Pratu I Gusti Ngurah Jana, Kelurahan Sading, Selasa (10/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Badung Janjikan Çaka Fest 2027 Lebih Spektakuler

balitribune.co.id I Mangupura - Kemeriahan kompetisi kreativitas pemuda di Kabupaten Badung mencapai puncaknya. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi menutup gelaran "Badung Çaka Fest 2026" di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (8/3/2026) malam.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

KSOP Celukan Bawang Siapkan Program Mudik Gratis

balitribune.co.id I Singaraja - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Laut Celukan Bawang, mulai mematangkan persiapan guna menghadapi lonjakan penumpang pada arus mudik Lebaran tahun ini. Persiapan ini mencakup ketersediaan armada kapal reguler, program mudik gratis, hingga penyesuaian jadwal pelayaran menyusul kedekatan momen Idul Fitri dengan Hari Raya Nyepi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tanah Merayap di Lokapaksa Berstatus Waspada, BMKG Pastikan Bukan Dipicu Aktivitas Tektonik

balitribune.co.id I Singaraja - Fenomena tanah merayap yang terjadi di Banjar Dinas Sorga Mekar, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, mendapat perhatian dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Hasil kajian awal disebut tanah merayap tersebut bukan dipicu aktivitas tektonik.

Baca Selengkapnya icon click

Wawali Arya Wibawa Hadiri RUPS PT Jamkrida Bali Mandara

balitribune.co.id | Denpasar - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) Bali Tahun 2026 di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Selasa (10/32026). RUPS ini dilaksanakan atas amanat AD/ART perseroan serta UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang RUPS tahunan yang wajib dilaksanakan paling lambat 6 bulan setelah tahun buku berakhir. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.