Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sampah di Tahun Baru Tembus 354 Ton di Kuta

Sampah
Sampah plastik mendominasi saat ini diwilayah Kuta.

BALI TRIBUNE - Sampah yang dihasilkan pada perayaan tutup tahun diperkirakan mencapai 354 ton. Sampah-sampah ini dominan berserakan di Pantai Kuta, Legian, Seminyak dan Peti Tenget.

"Iya, total sampah saat perayaan malam tahun baru mencapai 354 ton., " ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Putu Eka Merthawan,  Senin (1/1).

Dikatakannya sampah yang berhasil dikumpulkan terdari dari sampah regular atau rutin mencapai 250 ton, 45 ton sampah malam tahun baru, 50 ton sampah kiriman di 11 zona. "Sampah terbanyak itu di Pantai Kuta, berupa plastik dan bekas-bekas makanan, " katanya.

Untuk membersihkan sampai malam tutup tahun itu,  pihaknya mengerahkan 900 orang dibantu dua loader dan 30 truk pengangkut sampah.

"Selain sampah yang dibuang pengunjung juga ada sampah kiriman dari laut,  tapi sudah kita bersihkan,"  jelas pejabat asal Sempidi ini.

wartawan
Release
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.