Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sangat Dibutuhkan, Yankes Gratis Gianyar Naik Rp 3 Miliar

Bali Tribune / Pelayanan Kesehatan Gratis sangat dirasakan Warga Gianyar

balitribune.co.id | Gianyar - Program  yang menyentuh rakyat dipastikan tidak mengalami penurunan meski APBD Gianyar 2021 lebih rendah dari 2020. Bahkan beberapa program yang menuai respon positif seperti progam Bantuan Kesehatan (BK)  gratis  disemua tingkatan layanan justru mengalami kenaikan tidak tangung-tangung, dalam anggaran APBD Induk 2021 ditambah lagi Rp 3 miliar, dimana tahun 2020 lalu  dianggarkan Rp 32 miliar.

Kebijakan Bupati Gianyar yang menyaingi Program BPJS pusat ini, dalam setahun terakhir ini, memang  sangat dirasakan manfaatnya oleh warga Gianyar. Terlebih, saat Pandemi covid-19 ini, sebagian warga didera kesulitan ekonomi, masyarakat cenderung memilih program  pelayanan Kesehatan Gratis meksi hanya di tingat kelas III. Karena pelayanan Gratis ini berlaku di semua tingakat pelayanan kesehatan, mulai dari  Puskesmas, RSUD Payangan, RSU Sanjiwani hingga RSU Mata dan RSUP Sanglah.

Tidak hanya itu, syaratnya pun sangat mudah, hanya berbekal KTP.  “Awalnya kami sempat membayangkan ribetnya syarat dan prosedur rujukannya, ternyata sangat mudah. Saya membawa KTP, setelah datang kedua kalinya, hanya membawa fotokopi KTP," ujar I Ketut Andita, Warga asal, Petulu, Ubud.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Selasa (20/10) kemarin pun membenarkan, dalam anggaran induk 2021, anggaran BK memang meningkat lagi Rp 3 miliar.  Disebutkan, anggaran BK bersifat fluktuatif, artinya jika kurang dari setahun anggaran tersebut habis, maka di tahun tersebut anggarannya langsung ditambah. Sebab menurut dia, hal ini berkaitan dengan kesehatan, sehingga program tersebut tidak boleh terkendala anggaran. "Kalaupun nanti ada kekurangan, kita akan anggarkan kembali di anggaran perubahan" ungkapnya.

Lanjutnya, Program ini diakuinya memang mendapat respon positif dari warga Gianyar.  karena melayani segala jenis penyakit di semua tingkatan layanan kesehatan.  Bahkan, sampai dirujuk ke RSUP Sanglah dan RS Indra yang terkadang membutuhkan biaya puluhan juta, tetap bisa ditanggung program ini. "Saya sendiri sering menerima pesan ucapan terima kasih dari warga atas program ini. intinya untuk program yang  menyentuh  kepentingan rakyat, wajib saya Amankan," ungkapnya.

Namun diakuinya, program ini masih tetap dievaluasi untk penyempurnaan pelayanan. Selain penerima manfaat ini wajib berdomisili di Gianyar, pelayanan juga disesuaikan kebutuhan sehingga masyarakat lebih nyaman.  Seperti halnya digitalisasi rumah sakit.  "Sekarang kami akui pelayanan masih dilakukan manual. Nanti, harus semua layanan bersistem digitalisasi untuk menghindari  kesan tebang pilih dalam pelayanan.  Di era digitalisasi ini, semua akan menjadi transparan, masyarakt bisa mengadukan pelayanan buruk, demikian juga jika ada nakes yang bermasalah. Setiap tahun pasti dievaluasi, “ pungkasnya. 

wartawan
I Nyoman Astana
Category

Data Internal Buktikan Nol Tunggakan, Perumda Sanjayaning Singasana Luruskan Informasi Liar di Media Online

balitribune.co.id | Tabanan – Beredarnya informasi di salah satu media online yang mengaitkan Perumda  Sanjayaning Singasana dengan dugaan keterlibatan dalam pengelolaan SPPG/MBG di Kabupaten Tabanan, termasuk narasi mengenai tunggakan pembayaran bahan pokok hingga tekanan keuangan perusahaan, mendorong manajemen Perumda  angkat bicara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mudik Sisakan Tumpukan Sampah di Kargo Gilimanuk

balitribune.co.id I Negara - Arus mudik yang baru saja usai, menyisakan persoalan pelik di pintu gerbang Pulau Bali. Puluhan kilometer antrean kendaraan tak hanya meninggalkan jejak lelah, tetapi juga “warisan” berupa tumpukan sampah yang terkumpul kawasan Terminal Kargo hingga jalan-jalan lingkungan di Kelurahan Gilimanuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terseret Truk Sejauh 7 Meter, Nenek Meninggal di Tempat

balitribune.co.id I Tabanan - Seorang nenek berusia 77 tahun, Ni Nengah Wasti, di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan meninggal dunia di tempat setelah tertabrak dan terseret truk sejauh tujuh meter pada Senin (23/3/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah menyeberang jalan di kawasan permukiman penduduk, tepatnya di lingkungan Banjar Bantiran Kelod, sekitar pukul 05.30 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.