Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sebelas Koperasi Diusulkan untuk Dibubarkan

Bali Tribune/ Ni Luh Ketut Wardani.
balitribune.co.id | Bangli - Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bangli mengusulkan pembubaran sebelas koperasi ke Kementeria Koperasi. Sebelas koperasi tersebut sudah sejak lama tidak aktif dan tidak jelas alamatnya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Koperas iBangli Ni Luh Ketut Wardani saat dikofirmasi terkait perkembangan bidang usaha perkoperasian di Bangli, Selasa (21/1). 
 
Ni Luh Ketut Wardanani mengatakan, jumlah koperasi di Bangli sebanyak 234 unit dengan jumlah anggota sebanyak 63.091 orang. Dari jumlah tersebut 184 koperasi masih aktif yakni setiap tahunya selalu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Sementara 43 koperasi tergolong tidak aktif atau tidak melaksanakan RAT. Sedangkan 7 koperasi tergolong baru karena baru turun ijinya sehingga belum wajib melaksanakn RAT. “Untuk pelaksanakan RAT diberikan waktu dari bulan Januari hingga bulan Maret,” sebut Ni Luh Ketut Wardan serayamenambahkan untuk awal tahun ini sudah 13 koperasi melaksanakan RAT.
 
Sementara disinggung pengusulan pembubaran sebelas koperasi ke Kementerian Koperasi, kata Luh Wardani sejatinya di tahun 2017 sudah diusulkan pembubaran sebelas koperasi tersebut, namun hingga kini belum ada sikap dari Kementerian Koperasi. “Kami akan kembali melakukan kordinasi, jika ada aturan yang membolehkan pendelegasian untuk pembubaran koperasi oleh bupati, mungkin sudah dilakukan,” kata Kadis asal Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli ini.
 
Sebelas koperasi tersebut diusulkan untuk dibubarkan karena tidak ada pengurusnya, tidak ada alamat jelas letak koperasi dan tidak ada kegiatanya serta berturut-turut tidak melaksanakan RAT. “Kondisinya sudah tidak bisa dipertahankan lagi maka lebih tepat diusulkan untuk dibubarkan,” sebutnya.
 
Kata Luh Wardani kondisi sebuah koperasi dapat diketahui salah satunya dalam pelaksanan RAT. Jika sampai tiga kali tidak melaksanakn RAT maka menjadi  sebuah sinyal kalau koperasi dililit permasalahan. Menurutnya, banyak faktor penyebab sebuah koperasi kolap diantaranya karena kekurangsadaran anggota untuk membesarkan koperasi. Seperti ada anggota meminjam kredit tetapi enggan mengembalikan. Selain itu tidak adanya kekompakan anatara maneger, pengawas dan pengelola.
 
Menyikapi permasalah yang kerap muncul, maka pihaknya intens memberikan  pembinaan-pembinaan. Dalam pembinaan ditekankan untuk anggunan kredit berupa jaminan bergerak perlu adanya perindungan lewat perjanjian di notaris. “Pembinaan dilakukan untuk meningkatkan kompetensi atau kapasitas pengelola koperasi sehingga koperasi yang dikelola dapat menjadi sehat dan kuat serta mandiri,” sebut Luh Wardani. 
wartawan
Agung Samudra
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.