Seluruh OPD di Badung Mepatung, Bapenda “Ngedum Be Celeng” Paling Banyak | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 11 Juli 2020
Diposting : 18 February 2020 01:35
I Made Darna - Bali Tribune
Bali Tribune/ MEPATUNG - Pegawai Badung mepatung daging babi di Puspem Badung, Senin (17/2).

balitribune.co.id | Mangupura - Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Badung melakukan pemotongan babi bersama mepatung, Senin (17/2/2020), sebagai tindaklanjut dari instruksi Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa. Salah satu OPD yang memotong babi cukup banyak adalah Bapenda Badung sebanyak 30 ekor.
 
Namun, mepatung bersama bukan berarti para pegawai memotong babi langsung di Puspem Badung. Melainkan mereka memesan babi langsung ke peternak maupun rumah potong hewan. Kemudian daging babi yang sudah terbungkus rapi tersebut dibawa ke Puspem, selanjutnya dibagikan kepada pegawai setempat.  Praktis, hampir semua pegawai Pemkab Badung “ngedum be celeng” (mendapat bagian daging babi) untuk dibawa ke rumah.
 
“Iya, seluruh OPD (mepatung). Perintah Bupati,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Badung  I Wayan Wijana, Senin (17/2/2020).
 
Secara terpisah Kepala Bapenda Badung I Made Sutama juga mengaku mepatung bersama seluruh pegawai Bapenda. Ada 30 ekor babi yang dipotong khusus di Bapenda. Babi-babi tersebut dibeli dari warga di Banjar Taman, Desa Darmasaba dengan harga Rp 28.000  per kilogram babi hidup. 
 
“Kita melaksanakan saran pimpinan membeli babi dari peternak di wilayah terdampak dengan kisaran harga Rp 25 ribu-Rp 28 ribu per kilo babi hidup,” ujar Sutama. 
 
Sebelum dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Mambal, puluhan babi tersebut diperiksa oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Unud, dengan pengawasan Kepala RPH Mambal I Made Murya. 
 
“Setelah diperiksa babi-babi tersebut dinyatakan sehat. Kemudian untuk pemotongan sudah dilakukan sesuai prosedur,” imbuhnya.