Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Terseret Arus, Kapal KMP Swarna Cakra Tabrak Rambu Alur

Bali Tribune/ EVAKUASI - Proses evakuasi penumpang kapal kandas yang berlangsung dramatis diperairan kolam Pelabuhan Padang Bai.
balitribune.co.id | Amlapura - Terjangan gelombang dan ombak pantai membuat kapal ferry KMP Swarna Cakra terseret arus dan kandas di perairan dangkal di sebelah timur dermaga Padang II Padang Bai. Berdasarkan informasi di Pelabuhan Padang Bai, Minggu (26/5), kapal KMP Swarna Cakra ini mengangkut194 orang penumpang yang akan mudik ke sejumlah kabupaten/kota di Pulau Jawa.
 
Kapal ini berangkat dari Pelabuhan Lembar sekitar pukul 01.00 Wita dinihari dengan tujuan Pelabuhan Padang Bai. Memang dari informasi yang diperoleh kapal naas ini sempat lama mengapung di tengah perairan dekat pelabuhan Padang Bai, karena harus antre menunggu giliran sandar di dermaga pelabuhan. Dan sekitar pukul 08.00 Wita atau setelah 3 jam mengapung, kapal ini akhirnya mendapatkan giliran untuk sandar d an bongkar muat di Dermaga II pelabuhan.
 
Kapal pun bergerak memasuki alur untuk menuju dermaga, namun sayangnya ketika akan memutar untuk sandar di Dermaga II, tiba-tiba kapal ini diterjang gelombang cukup tinggi sehingga kapal tersebut terseret arus dan akhirnya kandas di perairan dangkal di timur dermaga. Saat kapal tersebut dihantam gelombang badan kapal sempat menabrak salah satu rambu pemandu di alur masuk pelabuhan. Rambu yang terbuat dari beton tersebut langsung ambruk, namun beruntung badan kapal tidak mengalami kerusakan serius.
 
Kajadian benturan tersebut sempat membuat penumpang kapal panik, namun itu hanya berlangsung sebentar dimana setelah kapal tersebut akhirnya kandas, penumpang kembali tenang dan diarahkan untuk turun ke dek kendaraan oleh para ABK kapal. Setiap penumpang diberikan satu life jacket atau baju pelampung untuk dikenakan. Sementara itu, untuk mengevakuasi seluruh penumpang, Tim SAR gabungan dengan menggunakan dua Rigid Inflatable Boat (RIB) dibantu beberapa speed boat dan perahu nelayan.
 
Buruknya cuaca dengan geelombang yang cukup tinggi membuat tim SAR sedikit kesulitan melakukan evakuasi, utamanya ketika menstabilkan RIB dan sepead boat dengan Ram Door kapal KMP Swarna Cakra. Begitu stabil penumpang langsung dibantu untuk  turun ke kapal penolong dan dievakuasi ke darat. Proses evakuasi berlangsung cukup lama dan seluruh penumpang baru selelsai dievakuasi kedarat sekitar pukul 12.00 Wita.
 
“Proses evakuasi berlangsung sekitar 5 jam lebih, semua penumpang dan abk berhasil dievakuasi sekitar pukul 12.45 Wita, selanjutnya kapal sudah bisa ditarik menuju dermaga oleh Tug Boat milik Depo Pertamina Mangngis,” tegas Kepala Kantor Basarnas Bali, Hari Adi Purnomo, dalam keterangan peprsnya kepada  wartawan.
 
Sejumlah penumpang mengaku, kapal keehilangan kendali setelah dihantam gelombang. “Waktu itu kapalnya sudah mau sandar pak, begitu mamu mendekat ke dermaga tiiba-tiba datang gelombang dan kapalnya seperti terseret. Saya lihat badan kapal menabrak rambu-rambu yang terpasang ditengah laut sampai rambunya roboh. Kemudian saya mendengar suara grug seperti bawahnya kapal nyentuh dasar laut,” ungkap Toto Riswanto, penupang yang mengaku akan mudik ke Banten.
 
Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padang Bai, Ni Luh Putu Eka Suyasmin, kepada koran ini mengaku kejadian tersebut ketika kapal akan sandar, kemudian dihantam gelombang dan terseret sampai akhirnya kapal kandas di perairan dangkal. Artinya kejadian ini murni karena faktor cuaca. “Rambu alur milik PT ASDP yang rusak ditabrak kapal tersebut, kami sudah perintahkan untuk segera diperbaiki. Dan besok siang informasinya sudah dikerjakan,” tandasnya.
 
Lantas terkait dengan kekrusakan rambu alur tersebut apakah aktifitas bongkar muat atau berlabuhnya akapal akan terganggu? Eka Suyasmin menegaskan jika rambu alur itu memang sangat vital, namun masih ada rambu lainnya sehingga tidak mengganggu kapal ketika masuk alur menuju dermaga peelabuhan. 
 
Beberapa jam setelah seluruh penumpang dievakuasi dari dalam kapal, giliran kapal tersebut yang dievakuasi dari loikasi kandas, itu setelah pihak pengelola kapal mendatangkan Tug Boat atau kapal penarik milik Depo Pertamina Manggis. Proses evakausi kapal berjalan lancar, dan kapal langsung bersandar untuk bongkar muat di dermaga. Kejadian kandasnya kapal KMP Swarna Cakra ini menambah panjang deretan jumlah kapal yang kandas  di perairan kolam pelabuhan Padang Bai, dan ini terjadi akibat terjangan gelombang dan terjadinya pendangkalan perairan kolam pelabuhan Padang Bai.
wartawan
Redaksi
Category

Hingga Agustus 2026, Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang 

balitribune.co.id | Mangupura - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mencatat pelayanan kepada 15,5 juta penumpang pada periode bulan Januari hingga Agustus 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 10 juta penumpang rute internasional dan 5,5 juta penumpang domestik. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Truk Kontainer Terjun ke Dasar Sungai Yeh Bakung

balitribune.co.id | Tabanan - Sebuah truk kontainer berpelat L 9233 UX terjun ke dasar sungai usai banting setir demi menghindari mobil boks di Jembatan Yeh Bakung, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat.

Insiden lalu lintas yang terjadi pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 13.30 Wita tersebut mengakibatkan satu korban jiwa dan menyebabkan pengemudinya luka-luka.

Baca Selengkapnya icon click

Tiga Toko di Tabanan Terciduk Jual Rokok Tanpa Cukai

balitribune.co.id | Tabanan - Sebanyak tiga dari delapan toko kelontong di Kabupaten Tabanan kedapatan menjual rokok berbagai merek tanpa dilekati pita cukai resmi. Temuan rokok bodong tersebut terungkap saat tim gabungan dari Kantor Bea Cukai dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tabanan menyisir kawasan pemukiman di Desa Bongan dan Desa Kediri, Rabu (30/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemulangan Jenazah PMI dari Taiwan Tunggu Proses Investigasi

balitribune.co.id | Negara - Sampai saat ini belum ada kepastian mengenai jadwal pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) I Made Pariana (49) yang meninggal dunia di Taiwan pada Sabtu (19/9/2026) lalu. Proses pemulangan jenazah masih menunggu penyelesaian proses investigasi oleh pihak berwenang setempat.

Baca Selengkapnya icon click

Estuary Dam Suwung Surut, PDAM Tirta Mangutama Terancam Krisis Air Baku

balitribune.co.id | Mangupura - Kemarau panjang mulai berdampak terhadap ketersediaan air baku untuk produksi air bersih di Kabupaten Badung. Kondisi tersebut terlihat dari menyusutnya muka air di Estuary Dam Suwung yang menjadi salah satu sumber bahan baku utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.