Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Wabup Suiasa Serahkan Bantuan Baleganjur Untuk Taman Kanak-kanak se- Badung

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyerahkan menyerahkan bantuan Gambelan Baleganjur kepada Taman Kanak-kanak se-Kabupaten Badung di Wantilan Jaba Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung, Kamis (11/10).

BALI TRIBUNE -  Untuk meningkatkan dan melestarikan seni dan budaya mulai dari usia dini, Pemerintah Kabupaten Badung menyerahkan bantuan Gambelan Baleganjur untuk Taman Kanak-kanak dan peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) di Kabupaten Badung tahun 2018.  Gambelan Baleganjur ini diserahkan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dan dihadiri Ny. Rasniathi Adi Arnawa, Ketua Gatriwara Ny. Parwata, Ketua WHDI dan para Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan yang ada di Kabupaten Badung serta para Guru Taman Kanak-kanak, bertempat di Wantilan Jaba Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala, Kamis (11/10). Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan, pendidikan anak usia dini memiliki peranan penting membentuk karakter anak yang bermoral mulia, kreatif, inovatif dan kompetitif. Disamping itu pula, pendidikan anak usia dini merupakan proses penumbuhan, memupuk, mendorong dan menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak mengembangkan potensi dasar yang dimilikinya seoptimal mungkin.  “Anak usia dini sebagai generasi penerus merupakan modal pembangunan bangsa, oleh karenanya diperlukan penyiapan sumber daya manusia berkualitas dan berkarakter bangsa. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Badung akan berupaya untuk memenuhi kekurangan bagi lembaga-lembaga yang belum mendapatkan Gambelan Baleganjur,” kata Suiasa. Lebih lanjut Suiasa menyampaikan, pada kesempatan yang baik ini Pemerintah Kabupaten Badung menyerahkan Gambelan Baleganjur kepada 30 lembaga TK se-Kabupaten Badung, dengan harapan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk berlatih bagi anak-anak.  Untuk kedepannya bantuan seperti ini akan terus berlanjut dan diberikan kepada Sekolah TK yang siap untuk melakukan latihan, dengan harapan bantuan ini betul-betul mampu melahirkan anak-anak yang memiliki karakter, mental, pintar dan rajin yang mampu berdaya saing dalam seni dan budaya. Untuk pelaksanaan kegiatan Hari Aksara Internasional (HAI) yang diikuti oleh Lembaga Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) SKB Badung dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kabupaten Badung, kedepannya diharapkan untuk dapat ditingkatkan dengan kegiatan yang lebih inovatif dan perlu lebih dikembangkan pelaksanaan kegiatannya. Sementara itu Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Badung yang diwakili Kabid. Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal IB. Ananta Wijaya melaporkan, Lembaga PAUD yang ada di Kabupaten Badung sebanyak 344, yang dibagi menjadi 4 program yaitu; Taman Kanak-kanak (TK) 227, Kelompok Bermain (KB) 97, Taman Penitipan Anak (TPA) 16 dan Satuan Paud Sejenis (SPS) 4. Yang mendapatkan bantuan Gambelan Baleganjur hanya TK saja, yang mana dari 227 TK yang ada di Kabupaten Badung baru 30 TK dan 18 TK Bernuansa Hindu yang mendapatkan bantuan Baleganjur.

wartawan
I Made Darna
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.