Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kenalkan Potensi Lokal, Restoran Tengah Malam di Ubud Tawarkan Arak dan Brem

Bali Tribune/ RETORAN - Menu cocktail tengah malam yang dipersembahkan oleh salah satu restoran kepada wisatawan saat berada di Ubud, Gianyar
balitribune.co.id | Gianyar – Ubud hingga kini masih menjadi salah satu destinasi primadona bagi turis asing dan domestik yang berlibur di Pulau Dewata. Wisata budaya dan alam yang ada di destinasi tersebut memikat ribuan wisatawan untuk menghabiskan momen liburan di Ubud, Kabupaten Gianyar. 
 
Guna memenuhi kebutuhan wisatawan, pelaku industri pariwisata pun menambah beberapa fasilitas diantaranya akomodasi seperti hotel, resort, villa maupun restoran, spa dan lainnya. Aktivitas wisata di Ubud tidak pernah sepi, mulai dari pagi hari tampak beberapa wisatawan jalan kaki keluar hotel untuk menikmati kehidupan pagi di area seni ini. 
 
Begitupun saat siang dan sore hari, pemandangan di jalanan dipenuhi wisatawan yang ingin mencari makanan dan belanja di toko-toko suvenir. Pada malam hari suasana tidak jauh berbeda, wisatawan masih banyak yang lalu lalang menikmati udara malam. 
 
Kondisi ini tampaknya dijadikan peluang oleh pelaku kuliner di Ubud untuk menyediakan berbagai jenis produk makanan dan minuman yang diperlukan wisatawan. Salah satu restoran yang ada di Ubud melakukan inisiatif baru untuk menambah kehidupan malam di pusat budaya Bali ini.
 
Chef Chris Salans yang membuat hidangan hingga tengah malam disalah satu restoran di Ubud mengatakan, untuk menu tengah malam pihaknya mempersembahkan daftar cocktail istimewa yang menggunakan bahan-bahan lokal, serta kudapan Indonesia yang inovatif. 
 
"Semuanya terinspirasi dari hidangan- hidangan lokal. Banyak pengunjung yang menyambut positif sebagai tempat untuk berkumpul di Ubud pada malam hari," katanya, Jumat (19/7).
 
Menurut Chris, sebagai bagian dari bar malam, pihaknya akan memperkenalkan kembali arak dan brem sebagai minuman khas Bali. "Kami juga menyediakan berbagai macam spirit impor, tapi focus kami adalah untuk membawa budaya Bali kepada tamu-tamu kami dengan cocktail cantik dan lezat yang terbuat dari bahan-bahan lokal," jelasnya. 
 
Kata dia arak adalah minuman alkohol yang dibuat dari fermentasi beras, sedangkan brem terbuat dari beras hitam. Arak dan brem yang digunakan dibuat oleh produsen lokal yang memiliki kualitas dan konsistensi terbaik. Pihaknya berharap para wisatawan akan betah berada di Ubud dan memperpanjang masa tinggalnya dengan adanya berbagai fasilitas wisata yang mereka perlukan. (u)
wartawan
Ayu Eka Agustini
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.