Made Gianyar, Ngakan Kutha dan Isterinya Bakal ‘Ditendang’ | Bali Tribune
Bali Tribune, Jumat 30 Oktober 2020
Diposting : 14 September 2020 06:10
A.A. Samudra Dinata - Bali Tribune
Bali Tribune / Bendahara DPC PDI-P Bangli Ketut Suastika

balitribune.co.id | BangliDPC PDI-P Bangli menggelar rapat dengan beberapa agenda salah satunya yakni membahas pengusulan pemecatan I Made Gianyar dan Ngakan Kutha Parwata berikut istrinya sebagai kader PDIP, Sabtu (12/9) di Sekretariat DPC PDI-P Bangli, Kelurahan Bebalang Bangli.

Bendahara DPC PDI-P Bangli I Ketut Suastika saat dikonfirmasi terkait hasil rapat mengatakan dalam rapat yang dipimpin langsung Ketua DPC PDI-P Bangli Sang Nyoman Sedana Arta membahas berbagai agenda penting salah satunya yakni terkait  usulan pemecatan I Made Gianyar yang nota bene Bupati Bangli, Ngakan Kutha Parwata yang juga mantan Ketua DPRD Bangli periode (2014-2019 ) berikut istrinya Sang Ayu Putri Adnyanawati selaku kader PDIP.

“Untuk surat usulan pemecatan hari ini (senin, 14/9) akan kami kirim ke DPD PDI-P Bali,” ujarnya.

Kata Ketut Swastika adapun pertimbangan usulan pemecatan terhadap tiga kader tersebut, yakni telah melanggar intruksi partai. Untuk Ngakan Kutha Parwata maju dalam Pilkada lewat kendaraan partai Golkar. Sementara disalah satu sisi rekomendasi dari Ketua umum DPP PDI-P adalah mengusung paket Sang Nyoman Sedana Arta dan Wayan Diar. “Ngakan Kutha Parwata sudah mengantongi KTA Golkar,” ujar politisi asal Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku ini.

Sementara untuk Made Gianyar terbukti telah melakukan mobilisasi massa untuk mendukung adiknya I Made Subrata yang perpasangan dengan Ngakan Kutha Parwata dalam Pilkada nanti. ”Gerakan Made Gianyar terbukti mensupport adiknya yang maju dalam Pilkada nanti lewat Golkar,” tegas anggota DPRD Bangli ini.

Sedangkan untuk Sang Ayu Adnyanawati  jelas- jelas terbukti hadir dalam pendaftaran calon bupati I Made Subrata – Ngakan Kutha Parwata (BAGUS) di kantor KPU Bangli  beberapa hari yang lalu.

Selain itu bersangkutan aktif turun ke masyarakat memperjuangkan paket BAGUS. ”Sebagai sebuah partai yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan solidaritas serta loyalitas tentu prilaku mereka tidak dibenarkan dan sebagai konsekwensinya mereka dipecat sebagai kader PDI-P,” kata Ketut Suastika.