Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pasca-Isu Omicron, Pantai Kuta Masih Ramai Dikunjungi Wisatawan Nusantara

Bali Tribune / PANTAI KUTA - Suasana di Pantai Kuta Selasa (4/1) masih ramai pengunjung, pasca-isu Omicron menyebar di Bali

balitribune.co.id | Kuta – Kendati Omicron yang merupakan varian Covid-19 diisukan menyebar di Bali usai sejumlah wisatawan domestik berlibur di pulau ini pada akhir 2021 lalu, wisatawan Nusantara yang masih menikmati liburan pasca-tahun baru 2022 mengaku tetap aman dan nyaman berwisata di Pantai Kuta. 

Dari pantauan Bali Tribune, Selasa 4 Januari 2022 sore, suasana di Pantai Kuta Kabupaten Badung tampak ramai pengunjung. Wisatawan Nusantara dari berbagai daerah di Tanah Air masih meramaikan pantai yang terkenal hingga ke mancanegara ini. Para wisatawan tampak menikmati panorama matahari terbenam, berjalan di atas pasir, duduk santai bersama keluarga dan menikmati minuman yang dijajakan pedagang setempat. 

Sejumlah wisatawan mengaku merasa aman dan nyaman menikmati keindahan Pantai Kuta ditengah isu Omicron diduga menyebar di Bali. Hal itu karena ramainya pemberitaan wisatawan asal Surabaya yang terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron usai berlibur di Bali.

Meskipun merasa sedikit khawatir, namun wisatawan domestik ini semakin memperketat penerapan protokol kesehatan guna menghindari paparan Covid-19 selama berwisata di Pulau Dewata. Salah seorang wisatawan asal Surabaya, Supriadi yang berlibur di Bali selama 5 hari sejak H+1 tahun baru 2022, mengatakan saat ini suasana di Pantai Kuta cukup ramai. Ia mengaku tetap tenang, tanpa kekhawatiran dan tidak memikirkan isu Omicron yang ramai di pemberitaan tersebut. 

Wisatawan lainnya yang berasal dari Jakarta, Aldi Prasetio mengaku akan tinggal di Bali selama 4 hari. Ia pun tetap meluangkan waktu berkunjung ke Pantai Kuta pasca-pemberitaan wisatawan domestik dari Surabaya yang terpapar Omicron usai liburan di Bali. "Meskipun ada kekhawatiran, tapi kami sudah melakukan antisipasi mencegah agar tidak terpapar Covid-19. Yakni memakai masker dengan benar dan menjaga jarak," ucapnya.

Sutopo wisatawan domestik dari Jakarta, mengatakan kondisi di Bali saat ini di masa adaptasi kebiasaan baru pasca-pandemi Covid-19 sudah semakin membaik. Ekonomi pun sudah mulai berjalan, begitupun di tempat wisata sudah mulai ramai pengunjung. 

Ia pun mengaku ada kekhawatiran terkait isu Omicron tersebut. Namun pihaknya bersama keluarga tetap menjaga protokol kesehatan selama melakukan aktivitas wisata di Pulau Seribu Pura ini. "Saya lihat para pengunjung juga sudah mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19," terangnya.

Setelah beredarnya isu Omicron yang menjangkiti wisatawan domestik dari Surabaya usai berlibur di Bali, Satgas Covid-19 Provinsi Bali langsung mengambil tindakan penelusuran kontak erat dan pengujian sampel di tempat wisatawan bersangkutan menginap selama di Bali. Hal ini guna meyakinkan wisatawan bahwa penanganan dilakukan dengan cepat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Bali.

wartawan
YUE

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.